Ingat dengan artis cantik Lidya Pratiwi yang kini masih mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur lantaran kasus pembunuhan? Nama Lidya Pratiwi, artis peran yang tersandung kasus pembunuhan oleh kekasihnya sendiri ini sudah mulai dilupakan banyak orang. 14 tahun penjara harus dijalani Lidya Pratiwi untuk menebus kesalahannya yang telah sengaja menghilangkan nyawa sang kekasih, Naek Gonggom Hutagalung.

Siapa sangka mendekam di balik jeruji besi sejak usianya masih 19 tahun Lidya Pratiwi justru mendapatkan keberkahan. Pemain Sinetron Untung Ada Jinny ini rupanya telah memutuskan menjadi mualaf. Keputusan itu Lidya pilih setelah dirinya merasa diyakinkan lewat sebuah mimpi.

Wanita yang kini telah berusia 33 tahun ini mengaku telah tiga kali memimpikan Kabah. Diketahui sejak mendekam di penjara, Lidya memang lebih sering beribadah dan mendekatkan diri pada Sang Kuasa. Bukan perkara yang mudah bagi Lidya untuk menebus kesalahannya.

Ia menyadari apa yang telah ia lakukan kepada sang kekasih, Naek Gonggom Hutagalung adalah sesuatu yang sadis. Lidya Pratiwi juga diketahui bersekongkol dengan ibunya, Vince Yusuf, dan pamannya, Tony Yusuf dalam melakukan pembunuhan. Kasus ini diketahui saat 28 April 2006 silam, Naek Gonggom Hutagalung ditemukan tak bernyawa di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara.

Motif pembunuhannya adalah mengambil harta milik kekasihnya lantaran saat itu paman Lidya Pratiwi terlilit hutang dan dikejar debt collector. Pembunuhan itu dibuat seakan akan kasus perampokan. Lidya Pratiwi dan Naek sebelumnya jalan jalan di Plaza Senayan sampai akhirnya menginap di sebuah cottage di Putri Duyung, Ancol.

Meskipun sebenarnya, rencana untuk pergi ke Ancol itu sudah direncanakan matang matang oleh ibu dan pamannya Lidya. Sesampainya di cottage, Naek langsung dipiting di bagian leher dan Lidya, seakan tak tahu apa apa, diseret keluar cottage. Setelah mengambil seluruh uang dan ATM milik Naek, ibu dan pamannya Lidya yang sebelumnya ingin kabur, lantas mengurungkan niat tersebut.

Mereka takut karier Lidya Pratiwi sebagai artis yang namanya sedang meroket, akan hancur karena Naek sempat curiga dengan keterlibatan Lidya dalam kasus perampokan tersebut. Akhirnya, nyawa Naek melayang tepat pada Mei 2006 dengan cara ditusuk di bagian kepala sebanyak 2 kali. Tak berselang lama, ibu dan paman Lidya ditangkap oleh kepolisian terkait pembunuhan Naek.

Lidya juga ikut ditangkap meskipun tidak ikut membunuh, karena mengetahui tapi membiarkan pembunuhan itu terjadi. Pemain sinetron Untung Ada Jinny ini mengaku tak terlibat saat aksi pembunuhan. Namun, Lidya dianggap mengetahui dan membiarkan rencana pembunuhan terhadap kekasihnya.

Atas perbuatannya, mereka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Sehingga, Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman pidana untuk Lidya Pratiwi selama 14 tahun penjara. Hukuman ini 3 tahun lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 17 tahun pidana penjara.

Lidya Pratiwi pun harus mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur tepat diusianya yang baru genap 19 tahun. Namun, beberapa kali juga wanita berusia 33 tahun itu mendapatkan remisi, termasuk saat peringatan HUT RI dan Hari Raya Natal. Awal mendekam di jeruji besi, saat itu Lidya Pratiwi masih berusia 19 tahun.

Kini ia sudah berusia 33 tahun. Pada awal masuk penjara, Lidya diketahui sempat mengeluhkan makanan yang tak layak di penjara. Ia mengaku hanya dapat makan dua kali dalam sehari di jam 10 pagi dan 5 sore.

Sudah begitu, makanannya pun terbatas dan tidak memenuhi stadar kesehatan. Seorang petugas yang ditemui secara khusus oleh reporter Grid.ID di Rutan Pondok Bambu, Jakarta menyebut jika Lidya Pratiwi jarang ditengok oleh keluarga. Lidya Pratiwi lebih banyak menghabiskan waktunya tanpa kunjungan siapapun.

"Dia jarang dikunjungi, paling Natalan ada beberapa teman yang datang," ungkap pegawai lapas tersebut, belum lama ini. Meski demikian, petugas menyebut Lidya kerap terlihat beribadah. "Beberapa kali sih saya lihat dia salat. Dia rajin ibadah," tutur petugas.

Seperti diketahui, setelah masuk penjara, Lidya memang memutuskan untuk menjadi mualaf. Ia mengaku bermimpi tentang Ka'bah sebanyak tiga kali sehingga menyakini kalau Islam adalah agama yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *