Lebih dari 75 negara dikabarkan telah menyatakan minatnya bergabung dengan skema pembiayaan COVAX. Untuk diketahui, dengan tergabung dalam skema pembiayaan tersebut, negara yang tergabung, akses cepat dan merata untuk vaksin Covid 19 dapat terjamin. Dalam pernyatan, aliansi menerangkan, ke 75 negara yang akan membiayai vaksin dari anggaran publik.

Mereka akan bermitra dengan sekira 90 negara miskin yang didukung melalui sumbangan sukarela kepada COVAX Advance Market Commitment (AMC) GAVI. "COVAX adalah satu satunya solusi global untuk pandemi Covid 19," ungkap Kepala Eksekutif GAVI Seth Berkley dalam pernyataan. "Untuk sebagian besar negara, apakah mereka mampu membayar untuk dosis mereka sendiri, atau memerlukan bantuan," tambahnya.

"Itu berarti (mereka) menerima bagian dosis (vaksin) yang dijamin dan menghindari didorong ke belakang antrian, seperti kita lihat selama pandemi H1N1, satu dekade lalu," terangnya, Untuk diketahui, kelompok yang terdiri dari 165 negara ini mewakili lebih dari 60 persen populasi dunia. COVAX dipimpin oleh GAVI, WHO dan Koalisi CEPI untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.

Mereka menyebut tujuannya adalah memberikan dua milyar dosis vaksin yang efektif dan disetujui pada 2012 mendatang. Lebih dari 100 vaksin Covid 19 potensian tengah dalam pengembangan. Sekira 20 dalam uji klinis manusia.

AstraZeneca, tengah mengembangkan suntukan Covid 19 potensial dikenal sebagai AZD1222, telah setuju memasok 300 juta dosis COVAX, jika vaksin terbukti efektif dan berlisensi. *WHO belum merekomendasikan obat atau vaksin apa pu. Penelitina lebih lanjut masih dalam pengembangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *