Beragam cara dilakukan oleh para pemain dan pelatih Liga 1 serta Liga 2 dalam menjalankan bulan suci Ramadan 1441 Hijriah. Bulan Ramadan tahun ini akan terasa berbeda dengan tahun sebelum sebelumnya mengingat wabah pandemi corona yang semakin menyebar di Indonesia. Salah satunya bek Persebaya Surabaya, Abu Rizal Maulana yang menjalankan ibadah puasa Ramadan bersama keluarganya.

Pemain asal Sampang, Madura ini menjalani Ramadan pertamanya bersama keluarga selama satu bulan penuh setelah menjadi pesepak bola profesional. Pada tahun tahun sebelumnya dirinya disibukkan kariernya sebagai pemain sepak bol meliputi pertandingan kompetisi hingga sesi latihan. Kebahagiaan pemain yang akrab disapa Rodek ini bertambah setelah kelahiran buah hati hasil pernikahannya dengan sang istri, Lailatus Sualah.

Rodek dikarunia anak pertama pada akhir bulan Maret lalu yang diberi nama Jinan Tsabisa Nuha. Meski begitu menikmati kebersamaan bersama keluarga, Rodek sampaikan ia tak lupa menjalankan tugasnya sebagai pemain profesional. Selain berlatih online bersama rekan lain di Persebaya Surabaya tiga kali sepekan, Rodek juga menambah porsi latihan khusus.

"Paling latihannya sore saja, kalau malam kadang futsal juga bulu tangkis," kata pemain 26 tahun itu Bek yang mengenakan nomor punggung 22 itu juga berharap pandemi corona segera berakhir dan kompetisi segera kembali bergulir. "Semoga wabah ( Covid 19 ) ini cepat diangkat dan dihilangkan oleh Allah SWT, sehingga kita bisa beraktivitas lagi seperti biasa," pungkasnya.

Sementara itu 2 rekannya di Persebaya Surabaya yang menempati posisi sama mempunyai kegiatan berbeda di bulan Ramadan ini. Kedua pemain yang sama sama menempati posisi bek ini adalah Rizky Ridho Ramadhani dan Koko Ari Araya. Rizky Ridho yang juga merupakan penggawa Timnas Indonesia U 19 itu dalam beberapa hari terakhir membantu perekonomian keluarganya dengan ikut menjalankan bisnis jualam ayam potong.

Bek berusia 18 tahun ini mempunyai inisiatif untuk ikut membantu sang kakak dalam berjualan ayam potong. "Saya kemarin kemarin ikut kakak saya yang punya bisnis jualan ayam potong. Pemain kelahiran 21 November 2001 tersebut memilih terjun untuk ikut berjualan ayam potong sebagai pengisi kekosongan kompetisi akibat pandemi corona.

Seperti diketahui kompetisi sepak bola di Tanah Air baik Liga 1 dan Liga 2 ditangguhkan sementara akibat pandemi corona hingga 29 Mei mendatang. Pertandingan dapat dilanjutkan pada awal Bulan Juli, dengan catatan pemerintah telah mencabut status kondisi darurat. "Saya ikut saja, daripada nganggur," imbuhnya.

Adapun dalam menjaga kondisi kebugaran, Ridho memilih latihan ringan yang dapat dilakukan di rumah. Latihab ringan yang dipilih pun seperti push up. sit up, core dan sesekali juga mengikuti agenda tim untuk latihan bersama secara online. "Latihan di rumah seperti push up, sit up, core. Untuk daya tahan tubuh minum vitamin, biasanya dikasih dokter," terangnya.

Sementara itu untuk Koko Ari memiliki kesibukan dengan berjualan salad buah dan puding cokelat. Salad buah dan puding cokelat tersebut dijajakan dengan memanfaatkan ruang kosong pada mobilnya setiap sore hari mulai pukul 16.00 WIB di kawasan Wiyung. Koko Ari melabeli usaha salad buah dan puding cokelat dengan nama "Desert 33".

Angka 33 tersendiri merupakan nomor punggung yang dikenakannya pada jersey Persebaya Surabaya. Adapun ide awal dalam jaualan ini merupakan inisiatif dari sang kakaknya, Feni Sujiantika sembari mengisi waktu luang dan menunggu berbuka puasa. "Ide awal berjualan dari kakak saya. Kebetulan sedang libur juga," kata Koko Ari dikutip dari .

Salad buah yang dijajakan oleh Koko Ari memiliki 2 varian ukuran dengan harga yang pastinya terjangkau di kantong. Varian pertama berukuran 500 ml dijual dengan harga Rp 22 ribu dan 400 ml Rp 13 ribu. Sementara puding cokelat 150 ml harganya Rp 10 ribu, dan 200 ml Rp 15 ribu.

Sebelum bulan puasa Ramadan tiba, jualan kakaknya ini dapat dipesan melalui pre order. Namun untuk saat ini Koko dan kakaknya pilih terjun dengan menjajakannya secara langsung sembari menunggu waktu berbuka puasa. Pilihan untuk menjual secara langsung membuat pemain yang sempat mencicipi latihan Timnas Indonesia ini tidak menyangka jualannya diminati banyak orang hingga rata rata bisa menjual puluhan bungkus.

"Biasanya laku 30 40 kotak," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *