Pemerintah mengharapkan, edukasi soal kenormalan baru di tengah pandemi virus corona, bisa dimulai dari keluarga. Setiap anggota keluarga diharapkan bisa mengajak anggota keluarga yang lain untuk menerapkan protokol kesehatan. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid 19, Achmad Yurianto menyebut, masyarakat akan semakin kuat dengan adanya edukasi di dalam keluarga.

"Kita berharap bahwa agen perubahan bisa dimunculkan dari keluarga," ujarnya, dikutip dari YouTube , Rabu (3/6/2020). "Mana kala setiap keluarga secara konsisten terus menerus mengedukasi kepada anak anak tentang protokol kesehatan." "Kita akan semakin kuat, masyarakat kita akan semakin tangguh menghadapi pandemi ini," terang Yuri.

Penerapan protokol kesehatan untuk menyambut tatanan new normal, terus digaungkan oleh pemerintah. Sebab, masyarakat harus kembali beraktivitas meski vaksin virus corona belum ditemukan. "Kita harus kembali lagi bisa produktif, namun aman dari Covid 19," ungkapnya.

Achmad Yurianto menyebut, virus corona akan segera selesai jika ditangani oleh semua pihak. Tak hanya pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam pencegahan Covid 19. "Ini pokok pokok yang menjadi perhatian kita bersama, bahwa Covid 19 harus dihadapi secara bersama sama."

"Kita akan menyelesaikan ini dengan kebersamaan, dengan kegotong royongan," kata Yuri. Adapun protokol kesehatan yang terus dilakukan yakni, mencuci tangan hingga menjauhi kerumunan. "Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan," imbuhnya.

Selain itu, menjaga kebersihan di dalam rumah juga sangat penting untuk diterapkan. Sebab, anggota keluarga yang baru saja bepergian, bisa membawa penyakit saat kembali ke rumah. "Kita harus meyakini, setiap kita kembali ke rumah itu kita membawa bibit penyakit."

"Oleh karena itu, segera ganti baju, mandi yang bersih, lalu baru berinteraksi dengan keluarga di rumah." "Kita harus berfikir bukan hanya melindungi kita, tapi juga melindungi orang lain dengan baik," terang Achmad Yurianto. Jumlah kasus positif di Indonesia bertambah 684 pasien per Rabu (3/6/2020).

Sehingga, total kasus virus corona di Indonesia menjadi 28.233 pasien. Achmad Yurianto menyampaikan, kasus terbanyak terdapat di Jawa Timur. "Kita lihat di Jawa Timur, kalau yang positif 183, yang sembuh 100 orang," ujarnya.

Adapun jumlah pasien yang sembuh menjadi 8.406 di seluruh Indonesia pada Rabu ini. Sementara, total ada 1.698 orang yang dinyatakan meninggal dunia. Lalu, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 13.285 pasien.

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 48.153 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *