Asisten artis, Merry menceritakan kejadian penangkapan Raffi Ahmad saat tersandung kasus narkoba. Hal tersebut Merry beberkan saat menjadi bintang tamu acara yang dipandu Raffi Ahmad, SIYAP BOS pada Jumat (17/4/2020). Mulanya Raffi Ahmad dan co host Vicky Prasetyo melontarkan pertanyaan pada Merry.

Pertanyaannya terkait susah dan senang selama Merry menjadi asister Raffi Ahmad. Merry pun mengakui bahwa kesedihannya saat mengetahui Raffi Ahmad terjerat kasus narkoba. Pasalnya, pada saat itu Raffi Ahmad sedang naik daun.

Namun sayang, suami Nagita Slavina itu melah terjerumus dengan obat obatan terlarang. "Yang bikin sedih itu yang dia ada musibah ketangkep BNN," kata Merry. "Ibaratnya bos itu lagi naik naiknya, tiba tiba di ambil 'bek' gitu," imbuhnya.

Selain itu, Merry juga menceritakan kejadian yang diketahui saat pengakapan Raffi Ahmad. Merry mengatakan bahwa sebelumnya ia sempat diajak ke rumah Raffi Ahmad. Kendati demikian, Merry tak bisa menuruti permintaan bosnya.

"Waktu itu kan kebetulan malam ada acara TV, terus aku sudah selesai," ujar Merry. "Makanya jangan ramai ramai mulu, kalau ramai ramai gitu kan," imbuhnya. "Enggak bos, aku baju enggak bawa ganti, aku pulang saja," sambungnya.

Keesokan harinya, Merry bersiap untuk melakukan aktivitasnya menjadi asisten Raffi Ahmad. Sesampainya di rumah Raffi Ahmad, Merry sempat curiga dengan banyaknya mobil yang terparkir. Namun, Merry tak menggubris dengan hal tersebut, mengingat, rekan rekan Raffi Ahmad sering menitipkan mobil.

"Aku kan setiap bangun itu jam 04.00 WIB, salat subuh pasti langsung ke rumah dia kan," kata Merry. "Karena jam 05.00 WIB itu harus di rumah dia, aku masuk ke kamarnya terus bangunin dia," imbuhnya. "Tiba tiba pas udah sampai di rumah dia, kok mobil berderet di rumah bos," jelasnya.

Pada saat Merry masuk ke rumah Raffi Ahmad, sontak ia terkejut dengan pistol yang ditodongkan polisi. Merry pun belum menyadari bahwa Raffi Ahmad sedang diperiksa polisi. "Pas aku masuk tiba tiba,'Ngapain kamu?', langsung gitu ditodong pakai itu," kata Merry.

"Saya masih mikir ini di dalam ada apa, kok ada orang bersenjata, berompi rompi gitu kan," imbuhnya. Tak lama kemudian kerabat Raffi Ahmad langsung memberi tahu kejadian sebenarnya pada Merry. Merry yang mengetahui hal tersebut lantas hanya bisa berpasrah.

Setelah itu, Raffi Ahmad keluar dan digelandang oleh pihak kepolisian. "Aku enggak tahu mau apa lagi, terus aku duduk. Enggak lama kemudian bos keluar," ujar Merry. Saat akan dibawa polisi, Raffi Ahmad sempat meminta Merry untuk pulang.

Kendati demikian, Merry ogah dan memilih untuk memberikan kabar pada orang orang terdekat Raffi Ahmad. Staf pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Merry mengungkapkan pengalaman pilunya sebelum bekerja untuk keluarga artis tersebut. Rupanya sebelum bekerja untuk Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Merry mengalami kehidupan yang sulit.

Hal itu ia ungkapkan dalam podcast di kanal YouTube Rans Entertainment , diunggah Sabtu (7/3/2020). "Sebelum ikut lu sama gue sampai lima belas tahun, apa revolusi perubahan yang terjadi sama diri seorang Merry?" tanya Raffi Ahmad. "Kalau diceritain dari dulunya mungkin buat ceritain seharian enggak cukup," jawab Merry.

Ia lalu menuturkan pengalaman pahitnya semasa kecil di kampung halaman Madura. "Kalau ceritain aku dari kecil, dari sosok anak kampung petani yang dua bulan di kandungan Ibu tiba tiba dipisahkan Bapak, ceraiin Ibu karena dia nikah sama orang lain," papar Merry. Merry mengenang masa kecilnya adalah saat saat yang menyedihkan dalam hidup.

"Apalagi di sosok waktu masih kecil saya berjuang sendiri," kata pria berusia 43 tahun ini. Ia menceritakan setiap pulang sekolah saat SD selalu menggembalakan kambing milik tetangga. "Tuh 'kan pasti saya nangis kalau gitu," katanya sambil mengusap air mata yang muncul.

"Terus begitu sampai kelas enam madrasah akhirnya saya ke pesantren," lanjut Merry. Saat itu ia mendaftar pesantren melalui jalur khusus murid yang kurang mampu. Meskipun diabaikan sang ayah sedari kecil, Merry mengaku tidak pernah membenci ayahnya.

Sampai saat ini Merry juga masih kerap menemui sang ayah. Ia menyebutkan ayahnya sempat tidak memberi dukungan saat hendak masuk ke pesantren. Selepas lulus dari pesantren, Merry menyebutkan dirinya berangkat ke Jakarta untuk mencari nafkah.

"Akhirnya saya ke Jakarta, saya ikut Bibi itu dagang sate dengan keliling di daerah Depok Timur," cerita Merry. "Jadi lu pertama ke Jakarta dagang sate dulu?" tanya Raffi Ahmad. "Pertama dagang sate," jawab Merry.

Saat itu ia hanya mendapatkan sedikit penghasilan setiap malamnya. "Karena sate saya enggak laku laku, saya semalam itu dapat Rp 15 ribu," papar pegawai yang telah bekerja selama 15 tahun untuk Raffi Ahmad itu. "Waktu itu sate sepuluh tusuknya masih Rp 600," jelas Merry.

Seorang kenalan kemudian mengajaknya untuk bekerja di dunia hiburan. "Akhirnya teman aku ngajak aku untuk kerja di sinetron, akhirnya ketemu sama Bos Raffi, gitu," ungkap Merry. Pertama kali terjun di dunia hiburan, Merry menjadi make up artist .

"Itu 'kan lu jadi make up artist dulu?" tanya suami Nagita Slavina. "Iya, jadi make up artist , terus alhamdulillah, mungkin waktu itu Bos Raffi cocok sama aku," jawab Merry. "Akhirnya aku sampai sekarang diajak," lanjut dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *