Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Tekab 308 Sat Reskrim Polres Lampung Utara mengamankan TR (36), pelaku pemerkosaan terhadap anak tirinya sendiri. Korban pencabulan sebut saja Bunga (14), warga Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara mengaku disetubuhi oleh ayah tirinya, TR (36) berulang kali sejak tahun 2016 hingga sekarang. Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho melalui Kasat Reskrim AKP Gigih Andri Putranto mengatakan peristiwa tersebut dilaporkan ke Mapolres Lampung Utara tanggal 28 September 2020, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/ 953) B/IX/ 2020/ Polda Lpg/ Res LU.

Menurut AKP Gigih, peristiwa tersebut terungkap setelah adik kandung korban berinisial RD menceritakan kepada ibunya (SUS) pada kamis (24/9/2020). Sus, ibu kandung korban awalnya curiga melihat pintu kamar anaknya terbuka. Merasa ada yang ganjil, Sus kemudian bertanya kepada kedua putrinya mengapa pintu terbuka. Sus bertanya apakah sudah selesai melaksanakan salat subuh.

Sambil menangis, sang putri RD menceritakan bahwa “kakak” (panggilan RD kepada korban Bunga) takut dengan ayahnya karena sering dicabuli. "Terakhir pada Senin 28 September 2020, pelaku dicurigai mencabuli anaknya," ujarnya, Minggu (4/10/2020). Mendengar cerita anaknya, Sus shock dan marah hingga pergi meninggalkan rumah.

Selanjutnya pada 28 September 2020, ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lampung Utara tanpa sepengetahuan suaminya. Atas laporan tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan kepada korban dan saksi saksi, pada Jumat (2/10/2020) pukul 18.30 WIB, Unit PPA bersama Tekab 308 Sat Reskrim yang dipimpin Ipda Demi berangkat menuju rumah pelaku (TR). "TR ditangkap di rumah kemudian langsung dibawa ke Mapolres Lampung Utara," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, baik terhadap korban maupun pelaku, diperoleh keterangan bahwa aksi bejat ayah tiri terhadap korban (Bunga) dilakukannya sejak tahun 2016 di rumahnya. Pelaku sudah tak bisa mengingat lagi berapa kali aksi bejat itu ia lakukan. Kini pelaku harus mendekam di jeruji Rutan Polres Lampung Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terhadap pelaku TR dapat dijerat melanggar Pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang pengganti PP no 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2014 tentang perlindungan terhadap anak menjadi UU dengan ancaman kurungan 15 Tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *