Seorang balita bernama Rizki Ramadhan mengalami kejang kejang saat berada di pengungsian. Bocah berusia 2,5 tahun tersebut merupakan korban banjir di Kota Tangerang. Suhu badan Rizki sangat tinggi.

Agus (45) dan Eusi (44) orangtua dari bayi ini pun panik. Mereka pun terpaksa harus mengungsi di GOR Periuk dengan fasilitas seadanya. Bayinya pun hanya bisa tertidur beralasan kasur yang tipis. Bahkan Rizki juga kerap kali merengek kepada orangtuanya.

Kondisi tempat pengungsian penuh sesak. Suasana yang begitu panas kental terasa di dalam GOR Periuk. "Anak saya demam tinggi, tadi kejang kejang," ujar Euis tampak pilu saat dijumpai Wartakotalive.com di lokasi penampungan banjir, , Rabu (5/2/2020). Wajah ibu berusia 44 tahun ini terlihat cemas. Keletihan menggelayutinya hingga kedua matanya tampak sayu.

"Anaknya nangis terus ngga berhenti, kasihan," ucapnya terdengar sendu. Agus sang ayah bocah itu pun langsung bergegas membawa buah hatinya ini untuk berobat. Dia membawa Rizki ke Puskesmas terdekat.

"Takut kenapa napa, saya langsung bawa ke Puskesmas," kata Agus terlihat bola matanya berkaca kaca. Setelah dibawa ke Puskesmas, Rizki mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bayi mungil ini diberikan obat oleh pihak Puskesmas.

"Tadi hanya dikasih obat Paracetamol saja. Untuk asupan makan juga menipis. Susu sudah tidak ada, hanya dapat makanan biskuit dari pemerintah. Obat obatan lainnya juga belum ada," ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *