– Berbeda dari sebagian besar penggemar yang merasa optimistis tim kebanggannya bakal meraih kemenangan, seorang penggemar Manchester United justru berpendapat lain. Deodatus S Pradipto, fans itu, justru memprediksi Manchester United bakal kalah dari Leicester City saat melakoni laga terakhir di Liga Inggris akhir pekan ini. Deo sapaan akrabnya bukan lah penggemar karbitan.

Pria yang sebelumnya bekerja sebagai pewarta itu pernah beberapa kali menyambangi markas Manchester United untuk mendukung langsung The Red Devils berlaga. Deo punya sudut pandang sendiri mengapa tim kebanggaanya bakal kalah dari Leicester. Selain melihat dari dua laga terakhir, bapak dua anak itu juga menilai skuat MU kurang padu akhir akhir ini.

“Kenapa saya prediksi kalah, karena dua pertandingan terakhir lihat saja mainnya. Jadwalnya memang padat, pemain kecapean dan skuatnya kurang dalam. Artinya pemain yang dipakai itu itu saja,” sambungnya. Seperti diketahui, dalam dua laga terakhir MU memang tak mendapatkan hasil kemenangan. Pertama saat bermain di Piala FA, MU takluk dari Chelsea 3 1 dan terakhir imbang 1 1 dari West Ham United. Lebih lanjut, Deo coba menganalisis satu per satu posisi anak asuh Ole Gunnar Solskjaer tersebut.

Lini belakang ia nilai jadi kelemahan MU saat ini. Selain faktor kelelahan, para pengganti di posisi tersebut juga tidak bisa menyeimbangi permainan. “Yang pasti lini belakang MU itu kan hampir tidak diganti ganti dari Maguire, Bissaka, Luke Shaw masih belum fit tinggal Brandon Williams doang jadi tidak ada gantinya,” “Kemarin Fosu Mensah masuk menggantikan Bissaka terbukti tidak bagus kan jadi ke dalam skuatnya tidak bagus antara pemain utama sama pemain cadangan tidak seimbang. Itu masalah MU di lini belakang, De Gea juga lagi menurun,” jelasnya.

Kemudian di lini tengah masih ada harapan karena masih kerap diperkuat oleh Paul Pogba, Nemanja Matica dan Bruno Fernandes, meskipun ia lihat Pogba dan Fernandes bermain tidak konsisten di setiap laganya. Bagi Deo, lini depan MU yang dihuni oleh Mason Greenwood, Anthony Martial dan Marcus Rashford bisa jadi nilai plusnya. “Kalau lini depan Rashford lagi turun, yang nanjak itu Greenwood sama Martial. Tapi trionya MU ini lagi paling tajem nih di Eropa bahkan lebih tajam dari trionya Liverpool, terbukti dari statistiknya,” jelasnya.

Seperti diketahui, MU, Chelsea yang berada di peringkat ketiga dan keempat hingga pekan ke 37 ini mengoleksi poin sama 63 poin, sedangkan Leicester 62 poin. Laga pamungkas Liga Inggris nanti bakal menjadi penentu bagi mereka mendapatkan tiket Liga Champions yang mana ada di empat besar. MU vs Leicester dan Chelsea vs Wolves.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *