Postingan seorang warganet bernama Zie Trisaksono yang berisi cerita kehidupan pasangan suami istri tunanetra mendadak viral di media sosial sejak Jumat (7/8/2020). Zie pertama kali mengunggah cerita tersebut di akun Facebook pribadinya. Kemudian, unggahannya menjadi bahan perbincangan warganet setelah dibagikan ulang oleh akun Instagram @mak_inpoh.

Ia mengaku hampir setiap hari mendapati pasangan suami istri ini berjalan waktu pagi hari dengan bergandengan tangan melintas di depan rumahnya. Fauzy melanjutkan, awal pertemuan dirinya dengan pasangan tersebut terjadi saat ada kegiatan berbagi sembako. "Dimana beliau masuk dalam daftar penerima bantuan di lingkungan kami. Selebihnya hanya kenal sekedar menyapa di jalan," imbuhnya.

Kemudian, sekitar 2 minggu lalu, anak dari Fauzy terkilir tangannya. Dirinya langsung teringat bapak yang diketahui bernama Kuat dan langsung membawanya untuk diurut. Jarak antara rumah Fauzy dengan kediaman Kuat sekitar 300 meter.

Sedangkan, Fauzy dan Kuat sama sama tinggal di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Magelang, Jawa Tengah. Sesampainya di sana, Fauzy mengaku disambut dengan hangat oleh keduanya dan mulai terjalin obrolan. "Ternyata bukan hanya suaminya, istrinya pun berprofesi sebagai tukang urut."

"Ada dua ruang praktek didalam rumahnya. Satu ruang praktik suaminya, satu lagi ruang praktik istrinya." "Karena ruang tunggunya kosong, anak saya dipijat di kursi ruang tunggu sambil dipangku oleh ibunya. Anak saya ditangani oleh si istri. Sambil mengurut, kami pun mengobrol santai berempat di ruang tunggu," ujar Fauzy. Lewat obrolan inilah, Fauzy baru menyadari bahwa bukan hanya Kuat sebagai tunanetra, tapi juga sang istri.

"Sehingga saya tak pernah menyangka bahwa keduanya tunanetra." "Jadi jika selama ini mereka selalu berjalan bergandengan tangan bukan karena si istri sedang memandu suaminya, melainkan justru sedang dipandu oleh suaminya yang membawa tongkat," beber Fauzy. Obroloan kemudian berlanjut hingga terungkap cerita bagaimana awal mereka bertemu lalu akhirnya menikah dan bagaimana menjalani kehidupan sehari harinya.

Fauzy mengaku terkejut mengetahui ternyata sang istri memasak sendiri makanan untuk keluarganya. Nggak kebayang bagaimana cara menjalani kehidupan sehari harinya. Terungkap pula bahwa ternyata mereka juga warga baru di sini, sama seperti kami." "Sebelumnya keduanya tinggal di rumah kontrakan di kecamatan sebelah. Sengaja dari awal tinggal terpisah dari orang tua karena ingin mandiri.

"Kalo dekat takut merepotkan. Biarlah kami tinggal mandiri seperti ini. Kalo jauh kan baunya wangi, daripada dekat baunya nggak enak," ujar Fauzy menirukan jawaban dari Kuat. Tidak sampai di situ, Fauzy dibuat kagum dengan sosok Kuat dan istri. Diketahui juga, pasangan tersebut membeli rumah seharga sekitar 120 juta secara cash .

Nggak pake kredit kreditan karena profesinya mustahil mendapatkan fasilitas kredit. Nggak bisa ngurusnya," "Beli rumah cash hanya dari pekerjaan sebagai tukang urut." "Mereka yang tak sempurna saja begitu tegar dan gigih menjalani hidup, mengapa kami yang terlahir normal ini malah begitu mudah menyerah?," tegas Fauzy.

Fauzy mengaku alasan dirinya memposting cerita tersebut ke media sosial untuk memberikan inspirasi kepada warganet lainnya. "Semoga bisa diambil hikmahnya terutama buat kita yang terlahir normal," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *