Bocah 6 tahun bernama Brantley Garcia tampaknya memahami dampak pandemi virus corona bagi masyarakat, di antaranya kekurangan pangan. Maka dari itu, Brantley berinisiatif untuk membagikan makanan kepada warga sekitar. Brantley menyediakan makanan di wilayah Florida bagian barat daya yang terdampak corona.

Ia sebenarnya sama seperti bocah seusianya yang suka menghabiskan waktu untuk bermain dan bersepeda. Namun, ada yang menonjol dari bocah yang bersekolah di Canterbury School ini, yakni jiwa sosialnya. Bantuan makanan dari Brantley sudah membantu ratusan keluarga.

"(Aku membantu) orang yang tak punya makanan," ujar Brantley. "Jadi aku membantu mereka dengan memberi makanan. Karena aku suka membantu orang orang," paparnya. Organisasi Bank Makanan Harry Chapin di Florida sangat kagum pada jiwa sosial Brantley.

"Bantuan Brantley diwujudkan dalam bentuk ribuan makanan untuk warga kami," ungkap Richard Leber, pimpinan organisasi. Kegiatan sosial Brantley itu dimulai saat usianya masih 5 tahun. Ia menyumbangkan sekitar 122 kilogram makanan melalui organisasi Leber dalam wujud selai kacang dan jeli.

"Kisah yang luar biasa dari sosok yang begitu muda," ujar Leber. "Kami senang melihat ada semangat warga kami yang tertanam di hati Brantley," ucapnya. Tahun ini di tengah wabah corona, Brantley beralih mengumpulkan donasi uang tunai dan tidak lagi makanan kaleng.

"Karena ada virus, kita tidak bisa pergi ke toko (dengan mudah)," kata Brantley. Leber menyebut yang paling dibutuhkan saat ini memang uang tunai. Namun pihaknya memastikan akan mengoordinasikan warga agar tidak belanja sembarangan yang mengakibatkan terlanggarnya social distancing .

Pihaknya juga menanti momen yang tepat untuk nantinya membelanjakan uang itu dengan kebutuhan pokok. Diketahui, Brantley bisa berdonasi lantaran ia aktif menggalang dana. Impiannya kini bisa mengumpulkan dana 750 dolar AS atau sekitar Rp 11 juta.

Saat ini, total donasi yang ia kumpulkan sudah 700 dolar AS atau sekitar Rp 10 juta. Pihak Organisasi Bank Makanan itu menyebut uang 30 dolar AS atau Rp 440 ribu bisa memberi makan sekeluarga untuk 4 5 hari. Hal ini berarti bantuan dari Brantley bisa mencukupi kebutuhan makan 24 keluarga.

Jiwa sosial Brantley ini membuat keluarga besarnya merasa kagum. Selain Brantley, ada lagi bocah berjiwa sosial tinggi di AS, yakni Chelsea Phaire yang berusia 10 tahun. Chelsea mengirimkan lebih dari 1.500 bahan kerajinan seni ke banyak panti asuhan di berbagai penjuru Amerika Serikat.

Ia begitu akrab dengan pelatih renangnya yang kemudian tewas dalam insiden penembakan beberapa tahun silam. Sejak saat itu, Chelsea tak lagi menekuni hobi olahraga renang dan beralih pada bidang kesenian. Ternyata Chelsea menemukan dunianya di bidang seni lukis dan kerajinan.

Sejak Agustus 2019 lalu, bocah asal Danburry, Connecticut, ini sudah mulai membagikan ribuan bahan kerajinan untuk anak anak lain. Misalnya untuk anak anak sekolah yang menjadi korban penembakan. Kini, di tengah pandemi corona, Chelsea kembali berbagi kebaikan untuk bocah di panti asuhan dan tempat penampungan gelandangan untuk membuat mereka kembali ceria.

"Ini (kegiatan berbagi) sangat berarti karena virus corona," ujar Chelsea pada Fox News melalui telepon. Chelsea megaku bahagia bisa membantu anak anak lain dengan memberikan hiburan saat lockdown. "Rasanya menyenangkan anak anak bisa saling membantu di masa masa yang membuat stres ini. Ini membuatku bahagia," ungkap Chelsea.

Kegiatan berbagi Chelsea itu ia beri nama Chelsea's Charity, di mana orang orang bisa bebas berdonasi. Langkah pertamanya adalah dengan membuat wishlist di situs belanja Amazon yang nantinya direalisasikan dengan sumbangan para donatur. Dalam wishlist serta bahan kerajinan yang sudah diberikan oleh Chelsea terdapat berbagai macam isi.

Di antaranya spidol, krayon, pensil warna, kertas, buku untuk sketsa, pulpen gel, dan beberapa buku mewarnai. Terkadang ia memberikan alat kerajinan lain seperti pembersih sedotan warna warni yang bisa dirangkai. Sebelum adanya pandemi, Chelsea dan ibunya berkunjung ke beberapa penampungan dan sekolah dari Oklahoma hingga New Jersey.

Tak hanya memberikan alat kerajinan, terkadang mereka juga mengajari cara membuat kerajinan atau menggambar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *