Kasus konfirmasi positif corona (Covid 19) di Indonesia masih bertambah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan data kasus positif Covid 19 kini totalnya berjumlah26.940pasien. Jumlah tersebut meningkat467kasus perSenin (1/6/2020) pukul 12.00 WIB.

Hal itu disampaikan Yuridalam konferensi pers yang ditayangkan langsung melalui YouTube BNPB,Senin sore. Sementara itu, dari total kasus positif tersebut, terdapat tambahan28pasien positif corona yang meninggal dunia. Total kasus kematian akibat Covid 19 kini telah mencapai1.641pasien.

Kabar baiknya, terdapat 329pasien dinyatakan sembuh. Sehingga,total pasien sembuh bertambah menjadi7.637orang. Sebelumnya, total kasus positif Covid 19 di Indonesia berjumlah 26.473 per31 Mei 2020.

Sementara itu, total terdapat 7.308 pasien yang dinyatakan sembuh dan 1.613 pasien meninggal dunia. Pandemi Covid 19 yang tak kunjung berakhir membuat sebagian orang merasakan kecemasan, kekhawatiran, stres, hingga kesulitan tidur. Padahal, kualitas tidur Andaakan mempengaruhi kekebalan tubuh.

Sementara itu, kekebalan tubuh yang rendah akan lebih rentan terserang virus corona. "Kita tahu bahwa tidur berhubungan langsung dengan kekebalan dalam hal respons fisiologis dalam tubuh kita. Jika kita tidak tidur, kita dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh kita, kita dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang kita tahu kemudian dapat menyebabkan lebih rentan terhadap berbagai virus atau apa pun yang ada di lingkungan kita," kata Brittany LeMonda, senior neuropsychologist di New York, dikutip dari , Selasa (21/4/2020). Sebagian orang menjalani kehidupan sehari hari yang berbeda dari biasanya.

Hal tersebut terjadi karena adanya pandemi virus ini. Namun sebaiknya Anda tetap melakukan rutinitas, walaupun agak sedikit berbeda dari biasanya. “Ini sebenarnya adalah saat ketika kita perlu mengingat dan memperhatikan bagaimana kita menjalani hidup dengan cara yang sangat berbeda. Jadi, kita perlu menjaga kehidupan kita sedekat mungkin dengan rutinitas kita,” ujar Navya Singh, psikolog dan ilmuwan penelitian di departemen psikiatri Universitas Columbia,dikutip dari , Selasa (21/4/2020).

“Jika Anda bekerja dari rumah, bangunlah di waktu yang sama dan berpakaianlah. Anda mungkin hanya pergi ke kamar sebelah atau bekerja dari kamar tidur, tetapi hanya memiliki rasa rutinitas dan normalitas yang sama, yang akan membantu Anda merasa kurang terganggu,” lanjutnya. Ketika Anda berada dalam situasi karantina atau work from home (WFH) akibat pandemi, mungkin Anda akan sering berada di kamar tidur atau sofa. Pastikan Anda tidak tidur siang berlebihan, karena ini dapat membuat Anda lebih mengantuk dan berpotensi mengubah atau mengganggu rutinitas tidur reguler.

Memiliki rutinitas tidur yang normal akan membantu Anda menjalani rutinitas sehari hari. Alih alih tidur siang, sebaiknya manfaatkan waktu Anda untuk bangun dan memulai pekerjaan. Walaupun sekarang diberlakukan untuk tidak keluar rumah dan menjaga jarak, Anda harus tetap hidup sehat dan melakukan olahraga rutin setiap hari.

Ada beberapa cara untuk berolahraga tanpa harus keluar rumah, seperti zumba dan lari lari kecil. Namun, jangan berolahraga dalam waktu beberapa jam sebelum tidur karena stimulasi aktivitas fisik dapat membuat lebih sulit untuk tidur. Usahakan untuk tidak menatap layar smartphone Anda sepanjang hari, apalagi sebelum tidur.

Dalam waktu satu jam sebelum tidur setiap orang sebaiknya tidak menonton TV, tidak menggunakan smartphone, dan tidak menonton apa pun yang dapat memicu kecemasan. Sementara itu kegiatan seperti membaca buku atau mendengarkan musik dinilai sebagai sarana hiburan sebelum tidur. Mungkin sebagian orang merasa jika mengonsumsi alkohol akan menjadikannya merasa lebih baik.

Namun itu salah, mengonsumsi alkohol tidak akan menjadikan waktu tidur yang nyenyak. Alkohol juga bukan sesuatu yang sehat untuk mengatasi stres dan kecemasan Anda. Sebaliknya, konsumsi alkohol dan kurang tidur dapat memiliki efek nyata pada penurunan sistem kekebalan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *