Berikut 18 quotes terbaik yang berasal dari Presiden pertama Republik Indonesia (RI), Ir. Soekarno yang bertajuk kebangsaan. Kutipan kutipan ini cocok dikirimkan sebagai pesan atau update status sosial media (sosmed) saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Republik Indonesia (RI). 1. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.”

2. “This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke!” 3. “Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita cita” 4. “Bebek berjalan berbondong bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.” (Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Muka Hakim Kolonial)

5. “I hate imperialism. I detest colonialism. And I fear the consequences of their last bitter struggle for life. We are determined, that our nation, and the world as a whole, shall not be the play thing of one small corner of the world” 6. “Apa yang sudah disepakati secara politik, jangan pernah diperdebatkan secara estetis.” 7. “Learning without thinking is useless, but thinking without learning is very dangerous! ” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 8. “Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.” 9. “Insinyur (Sarjana) yang bekerja pada orang lain itu (masuk dalam golongan) proletar. Karena ia menjual tenaganya (kepada orang lain) dan alat alat produksi yang dia gunakan untuk bekerja bukan menjadi hak miliknya.” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 10. “l'exploitation de l'home par 'ihomme.” 11. “Nasionalis yang sedjati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa tjinta akan manusia dan kemanusiaan” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 12. “Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara.” 13. “Jang pertama tama menjebabkan kolonisasi jalah selamanja kekurangan bekal hidup dalam tanah airnja sendiri, begitulah Dietrich Schafer berkata. Kekurangan rezeki, itulah jang mendjadi sebab rakjat rakjat itu mendjajag negeri negeri, dimana mereka bisa mendapat rezeki itu. Itulah pula jang membikin "ontvoogding" nja negeri negeri djadjahan oleh negeri negeri jang mendjadjahnja itu, sebagai suatu barang jang sukar dipertjajainja. Orang tak akan gampang gampang melepaskan bakul nasinja, djika pelepasan bakul itu mendatangkan matinja!” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 14. “Jang mendatangkan pemberontakan pemberontakan itu biasanja bagian bagian jang terketjil, dan bagian bagian jang terketjil sekali.” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 15. “Dalam tahun 1882 Ernest Renan telah membuka pendapatnja tentang faham "bangsa" itu. "Bangsa" itu menurut pudjangga ini ada suatu njawa, suatu azas akal, jang terdjadi dari dua hal: pertama tama rakjat itu dulunja harus bersama sama mendjalani suatu riwayat; kedua rakjat itu sekarang harus mempunjai kemauan, keinginan hidup mendjadi satu. Bukannja djenis (ras), bukannja pula batas batas negeri jang mendjadikan "bangsa" itu.” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 16. “Bangsa itu adalah suatu persatuan perangai jang terdjadi dari persatuan hal ichwal jang telah didjalani oleh rakjat itu.” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 17. “Nasionalisme itu jalah suatu itikad; suatu keinsyafan rakjat bahwa rakjat itu ada satu golongan, satu "bangsa"!” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1) 18. “Bahwa jang menjebabkan kolonisasi itu bukanlah keinginan pada kemasjhuran, bukan keinginan melihat dunia asing, bukan keinginan merdeka, dan bukan pula oleh karena negeri rakjat jang mendjalankan kolonisasi itu ada terlampau sesak oleh banjaknja penduduk, sebagai jang telah diadjarkan oleh Gustav Klemm, akan tetapi asalnja kolonisasi ijalah teristimewa soal rezeki.” (Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1)

Hari Kemerdekaan RI 2020 kali ini begitu berbeda dengan waktu waktu sebelumnya. Kali ini, HUT RI bertepatan dengan adanya pandemi virus corona (covid 19). Untuk itu, pihak istana resmi meluncurkan situs "Pandang Istana" secara virtual, yang merupakan situs resmi pemerintah yang digunakan sebagai kanal pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti upacara HUT ke 75 RI.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, upacara yang biasanya digelar secara fisik pada 17 Agustus tiap tahunnya di Istana Negara tersebut, kini bakal dilakukan secara virtual untuk pertama kalinya. Dilansir dari , pemicunya tak lain adalah wabah Covid 19 yang belum kunjung mereda. "Berbeda dengan tahun tahun lalu, kali ini Bapak/Ibu kami undang untuk mengikuti HUT ke 75 RI tahun ini melalui virtual," kata Heru di sebuah video Youtube yang diunggah di kanal Sekretariat Presiden.

Nah, masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam upacara virtual tersebut dapat mendaftarkan diri terlebih dahulu di situs Pandang Istana yang bisa dikunjungi di tautan berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *