Dewi Perssik Ceritakan Seramnya Akting Dikubur Hidup-hidup di Sinetron, Totalitas Jadi Aktris Dipuji

Selain sebagai penyanyi dangdut, Dewi Perssik kini mantap melebarkan sayapnya di dunia hiburan. Terbaru, kini ia terlibat syuting sebuah sinetron berjudul Cahaya Mentari. Sinetron Cahaya Mentari merupakan sebuah sinetron drama tahun 2019, yang tayang perdana pada tanggal 11 November 2019 di MNCTV.

Sinetron ini diproduksi oleh MNC Pictures. Sinetron ini dibintangi oleh Dewi Persik, Eza Gionino, dan Lian Firman sebagai Mentari, Satria, dan Elang dalam peran utama. Pada awal penayangannya bahkan sinetron Cahaya Mentari ini masuk 10 besar rating tayangan TV terlaris. Nah, menariknya di sinetron ini, Dewi Perssik menjadi pemeran utama.

Dewi Perssik berperan sebagai wanita cantik dengan impian yang besar. Hidupnya di desa dikejar oleh utang, ia berencana untuk pergi ke Jakarta meninggalkan kampung halamannya untuk mengadu nasib sebagai penyanyi. Mentari diceritakan memiliki sifat yang ceria, mandiri, bertanggung jawab, tegas, dan memiliki talenta dengan suara yang indah dan mampu menyanyi lagu dangdut.

Berperan sebagai tokoh utama dalam sinetron Cahaya Mentari, Dewi Perssik tak main main menunjukkan totalitasnya. Salah satunya saat ia menjalani adegan dikubur hidup hidup. Istri Angga Wijaya ini pun membagikan pengalamannya syuting dikubur hidup hidup melalui akun Instagramnya beberapa hari lalu.

Berakting dikubur, Depe rupanya sempat merasa ketakutan. "BTS sinetron cahaya mentari… ampun DJ, serem sih kalau sudah kubur2an, antara ingat mati sama ingat orang2 yg kita sayang yg tinggalin kita terlebih dahulu… ," tulisnya. Depe juga mengaku kalau ia merasa sedih karena perasaannya sensitif.

"jadi sedihnya dapat bgt, karena mungkin hati ini masih sensitif yaa.. Dan suka sedih aja kita pemain berjuang mati2an bersama kru ingin menghibur pemirsa ada saja yg nyinyir.., Jgn lupa saksikan sinetron cahaya setiap hari jam 19:00wib hanya @officialmnctv @mnc_pictures @mncp_cahayamentari.mnctv," tutupnya.

Unggahan video Depe itu kemudian menuai beragam komentar netizen. Beberapa memuji totalitas Dewi Perssik sebagai aktris. Dewi Perssik dikenal sebagai salah satu selebriti yang memiliki wajah rupawan sejak ia muda.

Punya wajah cantik, suara bagus, tubuh seksi, dan bakat memukau, wajar jika Dewi Perssik membuat banyak orang kagum. Wanita bernama asli Dewi Murya Agung, alias Dewi Dewi Perssik ini memang sudah dikenal berwajah cantik, baik dengan atau tanpa make up. Artis satu ini termasuk seleb yang tak malu mengunggah foto masa lalunya.

Dalam beberapa postingan, ia menunjukkan parasnya ketika masih duduk di bangku sekolah. Banyak yang memuji jika wajah Depe dulu dan sekarang seolah tak ada bedanya. Baru baru ini Dewi Perssik kembali mengunggah foto jadulnya.

Terlihat dari caption yang ia tulis, Depe menuturkan jika foto itu diambil saat ia berusia 18 tahun. Dewi Perssik dalam foto lawas itu berpose di depan mobil sedan bersama seorang wanita. Ia terlihat mengenakan jaket dan celana denim.

"Pingin upload foto jadul umur 18 tahun… Sama istrinya mas aziz @la_food_jember matur suwun fotonya mba syg," tulis Depe melalui akun Instagram @dewiperssikreal. Unggahannya itu lantas menuai komentar beragam netizen.

Banyak yang menyoroti wajah Depe dulu dan sekarang sama sama cantiknya. "dr dulu udah cantik meski gak pakai makeup. skrg makin cantik tentunya secara artis dangdut dan bintang film n ftv. pasti terawat bgt," tulis seorang netizen. Dibilang kini banyak perawatan, Depe justru membantah.

"justru jrg perawatan say bendino kerja mungkin lebih ke tmpt AC aj," jawabnya di kolom komentar. Deretan album, karya film, hingga sinetron, sudah dicicipi wanita kelahiran 16 Desember 1985 ini. Namun siapa sangka, ternyata sebelum terkenal, Depe pernah mendapat sejumlah penghargaan bukan sebagai penyanyi.

Melainkan saat SD ikut lomba khatam Alquran. Saat itu Dewi Perssik berhasil meraih juara dan mendapat penghargaan dari Tien Soeharto. Hal tersebut dituturkan oleh orang tua Dewi Perssik, Aidil dan Sri Muna, dalam tayangan Celebrity Story beberapa waktu lalu.

Aidil dan Sri Muna pun merasa bangga atas pencapaian putrinya dan tak bisa melupakan sampai kini. "Masih SD, sekolah, ikut lomba khataman ke Jakarta menang dia," ujar M Aidil, ayah Depe. Ibunda Depe pun mengatakan ketika itu Dewi Perssik pernah mendapat hadiah dari Tien Soeharto.

"Dapat hadiah dari Bu Tien Soeharto," timpal Sri Muna. Saat ditanya perihal itu, Dewi Perssik memang mengakui dulu pernah bercita cita jadi Dai'yah. "Kenapa saya punya cita cita jadi dai'yah? Dulu kalau lomba aku selalu menang. Selalu nomor satu," ujar Depe.

Hal itu karena pengalamannya menempa pendidikan di sekolah Islam di Jember. Menurut Depe, ketika sekolah Islam dahulu, dia memiliki kewajiban untuk menghafal ayat ayat Alquran sampai diajari berceramah Islam. "Soalnya kan kalau zaman sekolah dulu fokusnya untuk menghafal Alquran, jadi sampai sekarang masih kebawa," kata Dewi Persik, dalam sesi wawancara dengan Grid.id.

Cita cita sebagai dai'yah itu hampir tercapai, saat Dewi Perssik menjadi guru ngaji di taman pendidikan Islam. Depe masih ingat betul saat itu ia digaji Rp 100 ribu per bulan. Tapi rasanya cukup menyenangkan bagi Dewi Perssik.

Dewi Perssik pun kini masih sering mengaji di sela sela kesibukannya sebagai penyanyi dangdut. Meski memiliki jadwal syuting yang cukup padat, ia tak melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Istri Angga Wijaya ini juga mengaku ada perasaan yang berbeda setelah dirinya mendengarkan lantunan ayat suci Alquran.

Baik ketika membacanya sendiri maupun ketika mendengar orang lain mengaji. "(Rasanya) tenanglah, lebih tenang. Coba kalau kita ngedengerin siapapun itu yang membaca ayat suci Alquran, apalagi ada alunannya pasti enak, adem gitu," ujarnya. Simak salah satu video saat Depe mengaji berikut ini:

Depe pun blak blakan mengungkapkan honor tertinggi nyanyi yang ia dapatkan sampai saat ini. "Saat ini ya, honor yang paling gede untuk nyanyi bisa Rp 350 juta. Untuk saat ini ya, selama 15 tahun aku pernah pegang duit," kata Depe. Itu sebagai penyanyi, lantas bagaimana dengan honornya di dunia seni peran?

"Pertama kali akting itu sinetron Mimpi Manis (mulai tayang tahun 2006, Red). Itu per episode Rp 25 juta. Dulu aku dikontrak sama MD Entertainment itu terus naik jadi Rp 30 juta per episode. Alhamdulillah," ujar Depe mantap. Lalu soal menjadi pemain film, pertama kali ia mengaku kontraknya untuk sebuah judul mencapai Rp 150 juta. Itu untuk film pertamanya, selanjutnya dia pernah menerima honor hingga Rp 450 juta untuk satu buah judul.

Menerima honor sedemikian banyaknya, Dewi Perssik tak muluk muluk honornya bisa naik lagi. Sebab, menurut dia saat ini industri hiburan Tanah Air sedang ketat ketatnya. "Kita tuh semakin tua, apalagi sekarang banyak generasi muda. Kalau kita sudah dikasih angka dan tetap segitu, berarti sudah luar biasa," tegasnya.

Dewi Perssik kemudian menceritakan pengalamannya memabawa uang tunai sekarung. Momen itu biasa dia dapatkan saat musim kampanye tiba. "Dulu ketika aku nyanyi waktu kampanye, mereka biasa ngasih uang aku secara cash. Misalkan aku kampanye itu bisa 15 hari di daerah tersebut. Pulang pulang aku bisa bawa uang sekarung," tuturnya.

Ia pun sempat mengaku takjub hingga menangis melihat segepok uang warna merah berceceran di depannya. Lantaran, hal itu bahkan tak pernah ada di pikirannya dulu. "Bayangin aku dulu saat sekolah jual sepatu, untungnya cuma Rp 5 ribu," kenang Depe.

Soal perjuangannya mengisi acara acara di daerah, Depe mengaku anggota keluarganya bahkan tidak tahu pengorbanan seperti apa yang dilakukan. Mereka kini menurut Depe, hanya tahu bahwa pekerjaan Dewi Perssik bisa menghasilkan rumah, kendaraan, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *