– Dokter tim Bhayangkara FC, Muhammad Yusuf Zulfikar memanfaatkan waktu luangnya dengan hal positif semenjak ia berada di kediamannya di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Bukan sebagai dokter yang merupakan profesi utamanya. Dokter Yusuf justru melihat talenta para pesepakbola muda yang berada di kediamannya. Untuk mewadahi para pesepakbola muda tersebut ia pun membentuk tim yang dinamai Peling United.

Hal itu sengaja ia lakukan karena dirinya merasa geram melihat para pesepakbola muda potensial di daerahnya tapi tak ada satu pun yang peduli, hingga akhirnya ia turun tangan. “Di sini banyak pemain yang bagus. Latihan gratis,makanya saya sisihkan beberapa pendapatan saya untuk mereka mulai dari awal dulu yang penting mereka punya minat tidak ke arah negatif dan bakatnya tersalurkan,” sambungnya. Untuk memulainya, Dokter Yusuf yang juga dibantu beberapa orang yang peduli dengan sepakbola di Kabupaten Banggai Kepulauan sempat meminta kepada Pemda untuk mengurus lapangan yang terlantar.

Begitu lapangan sudah bagus, ia meminta kepada Pemda untuk tak mengadakan acara apa pun selain olahraga. “Kami urus juga lapangan yang sebelumnya terbengkalai. Kami minta izin ke Pemda saya bilang, saya mau hidupkan kembali, aktifkan kembali, tapi kalau sudah bagus (lapangan) tidak boleh ada acara di luar olahraga, panggung tidak boleh,” kata Yusuf. “Mereka bilang oke, karena ini kan bukan uang Pemda tapi uang swadaya orang orang yang suka olahraga. Kami bikin sendiri itu dan kami cuma ingin lihat ada pemain pemain potensial yang lahir dari sini ke depannya,” pungkasnya.

Sejauh ini, Dokter Yusuf telah membawa para pemainnya beruji coba sebanyak enam kali. Ia terus mengasah kemampuan para pemain Peling United dan berharap kelak ada pemain yang bisa membawa nama Indonesia dari tanah kelahirannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *