Erick Thohir Tak Masalah Gaji Pegawai Perusahaan BUMN Besar: Asal Proses Pencapaian Profit Benar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan gaji pegawai perusahaan BUMN yang didapat, harus dengan cara yang benar. Erick Thohir mengaku, saat ini Kementerian BUMN tengah mengkaji terkait tantiem perusahaan BUMN. "Kita sedang me review tantiem secara baik," ujar Erick Thohir di Studio Trans 7, Rabu (4/12/2019), dikutip dari YouTube .

Tantiem adalah bagian keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada karyawan. Tantiem baru dapat diberikan bila perusahaan memperoleh laba bersih sebagaimana ditentukan dalam Pasal 70 ayat 1, Undang undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT). Namun, Erick menilai pegawai perusahaan BUMN mempunyai hak untuk menerima gaji dari keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Menurutnya tidak masalah, karena pegawai perusahaan swasta juga mendapat gaji yang besar. "Saya rasa mereka punya hak kok, orang orang di swasta gajinya besar besar, it's okay," katanya. Meskipun ia menilai gaji besar tersebut tidak masalah, tapi gaji dari keuntungan perusahaan tersebut harus benar.

"Wajar, asal proses dari pencapaian profit nya benar," jelasnya. Sebelumnya, Erick Thohir mengaku bingung setelah mengetahui banyaknya perusahaan BUMN yang memiliki bisnis hotel. Padahal, menurutnya,bisnis inti dari perusahaan BUMN bukan di bidang perhotelan.

"Semua BUMN punya bisnis hotel. Nah, ini kenapa kita harus konsolidasikan sesuai dengan core bisnisnya," ujar Erick Thohir, seperti yang diberitakan . Lebih lanjut, Erick mencontohkan yang terjadi di PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PT PANN. Erick menuturkan, PT PANN merupakan perusahaan pembiayaan untuk kapal.

Akan tetapi, PT PANN justru memiliki anak usaha di bidang perhotelan. "Contoh konkret yang tadi, mohon maaf saya juga baru kenal dengan direksi (PT PANN) tadi, mengenai perusahaan leasing kapal, bagaimana perusahaan leasing kapal ini bisa hidup kalau sejarahnya ada leasing pesawat terbang, apalagi mohon maaf tiba tiba ada bisnis hotel," kata Erick, seperti yang dilansir . Menurut Erick, PT PANN tidak mungkin dapat bertahan jika tidak bekerjasama dengan perusahaan yang berkaitan dengan operasional kapal.

"Tidak mungkin perusahaan PT PANN ini bisa survive kalau tadi dia tidak bergandengan tangan dengan perusahaan yang operasional dari pada kapal," kata Erick. Erick mengaku, hal tersebut dipelajarinya langsung dari Direksi PT PANN. "Itu saya belajar dari direksi. Nah karena itu, ke depan, hal halseperti ini mungkin lebih baik yaitu di bawahPLN dan Pertamina," sambungnya.

Menteri BUMN ini juga menjelaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan direksi PT PANN. Pasalnya, ketika Direksi PT PANN menjabat, perusahaan pelat merah tersebut, sudah adacorebisnis yang tidak fokus. "Saya tidak salahkan Direksi PT PANN ketika beliau (direksi) masuk awal memang sudah ada core bisnis yang sangat tidak fokus. Di bawah PANN ada dua hotel," jelas Erick.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *