Gelandang Persija Jakarta, Evan Dimas beberkan kunci sukses untuk melespan umpan akurat yang kerap ia lakukan. Bukan rahasia lagi jika Evan Dimas terkenal memiliki kelebihan dalam akurasi umpan yang selalu terukur. Evan Dimas juga mampu menjadi pembeda di setiap pertandingan karena kecerdikannya dalam mengontrol distribusi bola untuk dibagikan dari segala sisi yang ia mau.

Kelebihan yang ada dalam diri Evan Dimas inilah yang membuatnya tidak pernah absen dalam pemanggilan memperkuat Timnas Indonesia dari setiap umur. Pemain yang gemar mengenakan momor punggung enam ini pun membeberkan rahasianya menjadi pembagi bola yang baik. Menurut gelandang kelahiran 13 Maret 1995 tersebut, yang terpenting saat mengumpan adalah keyakinan.

Keyakinan di dalam diri merupakan kunci sukses setiap pesepak bola untuk dapat mengirimkan sebuah operan yang akurat. “Rahasianya adalah keyakinan. Saat kita mau memberi umpan meskipun akurasinya bagus kalau kita pesimis tidak akan berhasil,”kata Evan Dimas dikutip dari . Selain memiliki keyakin, ada satu hal lagi yang dilakukannya yakni denganrutin melatih engkelnya.

Menurutnya kegiatan melatih engkel dapat menambah kekuatan pada kaki dan juga menjadi faktor pendukung lainnya. “Selain itu kita harus punya engkel yang kuat dengan latihan rutin. Kalau saya berlatih dengan karet agar engkel saya kuat,”jelas pemain kelahiran Surabaya ini. Suami dari Dewi Zahra ini didatangkan Persija Jakarta dari Barito Putera pada Liga 1 2020 untuk menjalani peran vital di lini tengah.

Hal tersebut ditunjukan dalam 2 laga Macan Kemayoran di Liga 1 2020, saat Sergio Farias memberikan peran baru untuk Evan Dimas. Terlihat, Evan Dimas selalu ditempatkan sebagai double pivot dengan satu gelandang bertahan. Idealnya, Evan Dimas diduetkan dengan Rohit Chand di lini tengah Macan Kemayoran.

Tetapi, justru Evan Dimas didorong lebih ke depan, berduet dengan Marc Klok yang juga sedikit mengalami perubahan posisi. Klok, kala bermain di PSM Makassar, ditempatkan di posisi nomor 10, tepat di belakang tiga penyerang, tetapi musim ini, ia berduet dengan Evan Dimas untuk menjadi metronom. Peran Evan Dimas dalam menjadi penghubung antar lini nampak dalam laga menghadapi Bhayangkara FC yang berkesudahan 2 2.

Gol berkelas Evan Dimas di menit 65, adalah peluang ketiga dengan skema yang sama persis, bola muntah dihajar sepakan setengah voli. Sekadar informasi, sebelumnya di peluang pertama bisa diantisipasi oleh Awan Setho, sedangkan yang kedua membentur pemain belakang The Guardian. Gaya bermain yang telah ditunjukan Evan Dimas dalam 2 pertandingan tersebut membuat pemain muda Persija Jakarta, Adrianus Dwiki Aryajatuh hati.

Menurutnya, Evan merupakan tipikal pemain yang bisa mengubah permainan. Wajar bila akhirnya pemain asal Semarang ini menjadikan Evan sebagai role model dalam bermain, terlebih posisinya sama, yakni bermain sebagai gelandang. Evan Dimas sendiri menjadi selalu menjadi pilihan Sergio Farias dalam 2 pertandingan awal Liga 1 2020 musim.

Dalam dua pertandingan awal tersebut,Macan kemayoran sukses mengantongi 4 poindan membuatnya berada di posisi ke 9 klasemen sementara. Rinciannya, meraih kemenangan di pekan perdana melawan Borneo FC dengan skor 3 2 di Stadion Gelora Bung Karno. Kemudian di pekan kedua bermain imbang 2 2 di markas Bhayangkara FC di Stadion PTIK.

Kiprah Macan Kemayoran di Liga 1 2020 harus tertahan lebih dulu lantaran pandemi Corona yang semakin meluas di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *