Seorang perempuan di Bandar yang kini berusia 23 tahun, mengalami nasib pedih lantaran diperkosa nya. Ayah kandung ini diketahui berinisial RI. Sedangkan nya berinsial RN. RItega memperkosa nya selama 13 tahun atau sejak anaknya masih berusia 10 tahun.

Dalam melancarkan aksinya, RI selalu mengancam anaknya dengan senjata tajam. Bahkan korban sempat dipukul dengan menggunakan kayu balok saat menolak ajakannya. Namun, aksi bejat RI terhenti setelah korban menikah.

Dan atas dorongan suaminya, RN pun memberanikan diri melaporkan ayahnya ke polisi. Berikut fakta selengkapanya: "Saya sudah 'dikerjain' sejak umur 10 tahun, di rumah, kadang di kamar, kadang di kamar mandi," kata RN saat di LBH Bandar meminta pendampingan, Senin 23 Maret 2020. Kata RN, dalam sehari ayahnya memperkosanya sebanyak dua kali, terutama saat malam Jumat.

"Karena kalau malam Jumat ibu saya ngaji, adik saya gak di rumah, kadang siang juga, pas ibu kerja, adik sekolah, jadi nunggu sepi," katanya. RN mengaku saat melancarkan aksi bejatnya, ayahnya mengancam dengan senjata tajam. "Saya dipaksa sama ayah, karena dia bawa pisau, dia bilang, ' ayo kalau nggak ini saya siapin pisau' , jadi saya ikut dari pada ada apa apa," ujarnya.

Masih dikatakan RN, ia pernah menolak ajakan ayahnya untuk hubungan badan, kemudian ia dipukul dengan menggunakan kayu balok. "Pernah dipukul terakhir 2019, bulan dua (Februari), itu nggak mau, saya dipukul kayu bagian pinggul. Sering dipukul kadang pakai sandal," ungkapnya. RN mengatakan, perbuatan ayahnya sempat berhenti saat ia menikah dengan pria dambaan hatinya.

Namun, aksi bejat ayahnya kembali kumat setelah RN berpisah dengan suaminya. "Pas pertama nikah tahun 2013 nggak lagi, mulai setop, tapi mulai lagi tahun 2015 karena cerai, ayah mulai kumat," katanya. RN mengaku kalau dirinya sudah menikah sebulan lalu.

Atas dorongan suaminya ia pun akhirnya mengadukan perbuatan sang ayah ke pihak berwajib. "Saya pengen cepet dia ditangkap, saya pengen bebas karena ibu saya juga sering dipukuli, adik saya juga, kasar ayah saya, lalu saya nggak mau anak pertama saya jadi korban, anak saya umur 6 tahun," harapnya. Kasatreskrim Polresta Bandar Kompol Rosef Efendi saat dikonfirmasi membenarkan atas laporan tersebut.

"Saat ini masih proses lidik," ungkapnya. Sementara itu, Wakil Direktur LBH Kota Bandar , Candra Bangkit Saputra mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan atas perkara tindak asusila yang dilakukan orangtuanya sendiri. "Dan masih diregistrasi karena masih menunggu teken untuk pendampingan hukum, jika sudah kami akan mendampingi untuk menanyakan kejelasan sejauh mana kasus ini," ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *