Berikut fakta lengkap kronologi pembunuhan dan mutilasi terhadap Manajer HRD PT Jaya Obayashi, Rinaldi Harley Wismanu. Rinaldi dibunuh dan dimutilasi oleh dua tersangka, yakni Djumadil Al Fajri (26) dan Laeli Atik Supriyatin (27) di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat. Setelah dimutilasi, mayat Rinaldi kemudian dibawa ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan hingga akhirnya ditemukan polisi pada Rabu, 16 September 2020.

Polisi telah melakukan rekonstruksi atas kasus ini pada Jumat (18/9/2020) kemarin. Rekonstruksi semestinya dilakukan di 13 lokasi TKP, namun akhirnya hanya dilakukan di dua lokasi dengan pertimbangan jarak dan waktu. Dua lokasi rekonstruksi itu yakni di Mapolda Metro Jaya dan di Aparetemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

Sementara, jenazah Rinaldi akhirnya dimakamkan hari ini, Senin (21/9/2020) di kampung halamannya di Dukuh Nologaten, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, KabupatenSleman, Yogyakarta. Berikut fakta lengkap kronologi pembunuhan dan mutilasi terhadap Rinaldi berdasarkan rekonstruksi: Kedua tersangka merencanakan pemerasan dan pembunuhan di kamar kostnya di Depok, Jawa Barat.

Rencananya korban akan dijebak secara seksual oleh pelaku. Tersangka Laeli dan korban melakukan komunikasi dengan saling chating melalui pesan aplikasi Tinder pada 5 September. Kedua pelaku memesan kamar Apartemen Pasar Baru Mansion melalui aplikasi reddoorz.

Korban dan pelaku bertemu di Kopi Kenangan di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, 9 September 2010. Tersangka DAF menunggu di dalam kamar mandi dengan menyiapkan batu bata dan gunting. Saat menunggu, tersangka LAS tengah bertemu dengan korban di Kopi Kenangan

Sekitar pukul 19.30 malam, tersangka Laeli dan korban menuju ke dalam kamar Apartemen Pasar Baru Mansion. Tersangka LAS dan korban langsung melakukan hubungan badan di atas kasur. Polisi menggunakan peran pengganti korban, yaitu salah satu anggota Resmob dalam rekonstruksi itu.

"Posisinya dia ada di atas saya. Hadapnya belakangin kamar mandi. Sementara dia (Fajri) masih di dalam kamar mandi," kata Laeli saat rekonstruksi sebagaimana dikutip dari . Tersangka DAF alias Fajri, keluar dari kamar mandi tanpa sepengetahuan korban, dan melihat korban sedang berhubungan badan dengan Laeli. Tersangka Fajri memukul korban pada bagian kepala dengan batu bata hingga terkapar dan setelah itu langsung menindih dada korban.

Sementara Laeli berlari ke dalam kamar mandi untuk bersembunyi. Fajri memeras korban karena telah meniduri Laeli yang disebutnya istri. Fajri meminta sejumlah uang ke korban.

Namun korban menolak memberikan uang, karenanya DAF memukul pelipis kiri korban dengan batu bata. Tersangka DAF menusuk korban dengan gunting di bagian kepala sebanyak 1 kali Korban sempat berusaha melarikan diri dengan cara memberontak dari tindihan Fajri.

Korban sempat hendak berlari ke arah pintu keluar kamar. Namun, Fajri kembali menusukkan guntingnya ke arah pinggang sebelah kiri korban. Korban ditarik dan ditengkurapkan lagi oleh tersangka DAF ke tempat tidur.

Tersangka LAS, keluar dari kamar mandi. Dalam posisi korban ditindih DAF, LAS menanyakan PIN HP korban Dalam rekonstruksi, tersangka DAF sempat mengoreksi posisi adegan usai menengkurapkan korban.

"Sebentar pak, jadi satu tangannya korban ini saya piting pake kaki saya. Satu tangan lagi saya pegang," katanya. Korban pun sempat tidak mau memberikan kode PIN HP nya kepada kedua tersangka. Karenanya tersangka DAF semakin ganas menusukan gunting ke tubuh korban beberapa kali.

Tersangka LAS kembali menanyai pin HP ke korban sebanyak dua kali. Permintaan kedua, korban akhirnya memberikan pin kode HP nya karena berharap pelaku tidak lagi menusuknya. Namun tak lama korban tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia

Kedua tersangka menutup muka korban dengan baju karena berlumuran darah. Kaki korban juga diikat tali rafia oleh tersangka DAF dan memindahkan jenazahnya ke dalam kamar mandi. Tersangka kemudian keluar untuk membeli peralatan mutilasi ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Setelah itu korban ditinggal tiga hari di dalam kamar, sampai 11 September. Pada adegan 16 B, pelaku mulai memutilasi korban pada 12 September dini hari. Di mana tersangka DAF memutilasi kaki kiri dan kanan.

Pemutilasian dilakukan di bagian lutut kiri dan kanan, menggunakan pisau daging Tersangka Laeli menguasai harta milik korban karena sudah mengetahui nomor passwod telepon korban. Di dalam HP itu ada beberapa catatan penting korban seperti pin ATM dan lainnya.

Uang korban sempat diambil Laeli di Indomaret Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Setelah ambil uang, kedua tersangka pergi ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan untuk membeli pisau pemotong daging. Dari Pasar Minggu keduanya ke Mal Graha Cijantung, Jakarta Timur untuk membeli perhiasan emas, menggunakan uang korban.

Jumat 11 September mereka memesan kamar di Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan lantai 16 kamar 16 AB. Keduanya membawa koper dan tas berisikan bagian tubuh korban ke kamar aparteman Kalibata City menggunakan taksi online. Di mana koper warna merah muda, disimpan di bagian luar di balkon.

Dua tersangka membeli beberapa perlengkapan lagi untuk mutilasi termasuk gergaji besi. Juga membeli cat pilox putih dan cat lainnya untuk menutupi bercak darah di tembok kamar apartemen. Tersangka membeli koper hitam di Pasar Senen, Jakarta Pusat untuk bagian potongan tubuh korban.

Setelah itu, membeli sepeda motor N Max seharga Rp 20 juta menggunakan uang korban. Tersangka membawa satu koper lagi yang berisikan potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City, hingga adegan 31. Pelaku ke Pasar Jatinegara untuk membeli bed cover, dan sarung bantal untuk mengganti yang ada di apartemen kamar karena sudah penuh darah.

Ransel dan koper yang berisikan potongan tubuh korban ditaburkan kopi. Kedua tersangka ke toko bangunan di Tapos Depok, membeli skop, pacul, ember semen, semen 1 sak, dan sendok semen untuk menguburkan korban. Kedua tersangka sudah menyiapkan sebuah lubang dengan menggunakan cangkul di rumah kontrakan di Perumahan Permata Cimanggis, Tapos, Depok, yang sehari sebelumnya mereka sewa.

Lubang kuburan disiapkan di belakang rumah. Pelaku pembunuhan dan mutilasi,Djumadil Al Fajri dan Laeli Atik Supriyatin ditangkap polisi di rumah kontrakan mereka di Perumahan Permata Cimanggis, RT 2 RW 20, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok pada Rabu, 16 September 2020 lalu. Saat dibekuk, pasangan suami istri itu sempat mencoba kabur dari belakang rumah dan naik ke genteng rumah tetangganya.

Namun, karena rumah mereka sudah dikepung petugas, upaya mereka gagal. Keduanya tampak pasrah saat ditangkap. Penangkapan kedua pelaku sempat menjadi tontonan warga.

Hal itu dikatakan Arnet Kelmanutu (30), warga sekitar yang turut menyaksikan penangkapan kedua tersangka. "Pelaku prianya, waktu ditangkap dari atas genteng rumah tetangga, masih pakai handuk," kata Arnet seperti dikutip "Sementara yang perempuan pakai baju terusan," lanjut dia seraya menyebutkan bahwa perempuan yang diamankan di rumah itu berambut warna pirang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *