(51), ayah merudapaksaanakkandung sendiri di Depok telah ditangkap jajaran Polres Metro Depok. Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah menyebutkan bahwa terduga pelaku beberapa kali mengganti identitas. Tindakan itu dilakukan S saat kabur setelah istrinya melaporkannya ke polisi pada 5 Oktober 2019.

Hampir setahun buron, S akhirnya ditangkap polisi di sekitar Grand Depok City, Depok, Jawa Barat pada Selasa (21/7/2020). "Pelaku baru saja tertangkap setelah dilaporkan tahun 2019. Dia cukup licin karena sempat berganti ganti identitas ketika kami mau menangkap," ujar Azis kepada wartawan pada Selasa sore. "Akhirnya kami bisa melacak yang bersangkutan di sekitar GDC Depok," tambahnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah bergerak sejak kasus tersebut dilaporkan ke jajarannya. Beberapa kali polisi menemukan identitas yang berlainan di sejumlah lokasi saat upaya pengejaran S. "Bahkan kami sempat menemukan beberapa identitas di beberapa lokasi, ada yang asli, ada yang dipalsukan," kata Azis.

Kasus ini sempat jadi sorotan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA). Sampai sampai, pekan lalu Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menyambangi Polres Metro Depok bersama istri terduga pelaku guna menanyakan tindak lanjut kasus ini. Kala itu Arist berujar, pihak keluarga sudah menyampaikan kepada jajaran Polres Metro Depok bahwa S terpantau ada di bilangan Cibinong.

Sehingga mereka mendesak polisi agar segera menangkap S. "Saat ini kami sudah lakukan penangkapan dan saat ini tersangka sedang menjalankan pemeriksaan atau penyidikan lebih lanjut," jelas Azis. "Kondisi korban masih trauma mendalam dan masih anak anak. Mungkin itu tidak terlihat di permukaan, tetapi mungkin kita perlu dalami sisi kejiwaan dan psikologis anak tersebut. Kami sudah menggandeng beberapa organisasi atau kelompok masyarakat yang perhatian terhadap anak korban pencabulan," ungkapnya.

Diancam Pasal 81 Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 15 tahun penjara. Ancaman hukuman tersebut dapat ditambah sepertiga karena S merupakan orangtua/pengawas anak yang jadi korban pencabulan. Perbuatan bejat terduga pelaku tidak hanya sekali, namun sudah tiga kali.

Saat ditanya motif dia nekat merudapaksa putri kandungnya sendiri, S mengaku khilaf. Setelah diusut, ternyata S juga pernah ditahan lantaranperbuatan serupa, namun dengan putri kandungnya dari istri pertamanya. “Yang ketiga kali itu lah yang menjadikan saya menyadari diri khilaf,” kata S di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, saat kasusnya akan diungkap pada Selasa (21/7/2020).

Juga mengakui dirinya tak segan menyertai ancaman kepada korban demi memuluskan nafsu bejatnya ini. “Iya (mengancam),” katanya singkat sambil terus menundukan wajah. Atas seluruh perbuatannya, S pun mengaku dirinya saat ini sangat menyesal.

“Menyesal sekali,” ucapnya singkat. Sementara itu, Kapolres MetroDepok,KombesPolAzisAndriansyah, menuturkan, pelaku terancam dijerat Pasal 81 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak. “Saat ini pelaku sudah ditangkap dan yang bersangkutan kami sangkakan dengan Pasal 81 Undang Undang Perlindungan Anak dimana yang bersangkutan telah melakukan pencabulan atau persetubuhan kepada anak kandungnya sendiri yang baru berumur 10 tahun beberapa kali dan yang bersangkutan atas pasal itu, ancaman hukumannya lima sampai 15 tahun,” katanya di lokasi yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *