Sebanyak 1.505 guru honorer di wilayah DKI Jakarta mendapatkan bantuan paket sembako dari Presiden yang disalurkan melalui Kementerian Sosial. Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto bersama TKSK Jatinegara Siti Jauhariah menyerahkan secara langsung bantuan sosial tersebut. Bansos sembako tersebut diserahkan kepada para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) Cendrawasih Kecamatan Jatinegara.

Terutama bagi 1.505 guru honorer yang tersebar di 3 wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Mereka sama sekali belum pernah menerima bantuan sosial sembako baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah DKI Jakarta. “Bantuan paket sembako dari Presiden ini diharapkan dapat bermanfaat kepada para penerima khususnya para guru honorer yang terdampak Covid 19. Diharapkan menjelang hari raya Idul Fitri para penerima bantuan sosial dapat merasakan manfaat bantuan dari presiden ini sehingga bisa merayakannya Idul Fitri dengan suka cita,” ujar Edi.

Sejumlah guru honorer PAUD Cendrawasih daerah Kebon Nanas Utara Rt 10 Rw 04, Jakarta Timur yang didatangi langsung oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial menyampaikan rasa terima kasihnya. Mereka berterima kasih karena bantuan yang mereka terima sangat bermafaat sekali. Sejak adanya pandemi virus corona atau Covid 19, mereka telah lama tidak mengajar dan tidak mendapatkan penghasilan sebagai guru honorer.

Seperti yang dirasakan Indah Fuji (54) yang telah 13 Tahun mengajar sebagai Guru PAUD. Indah menyampaikan jika selama ini para guru honorer di PAUD Cendrawasih mendapatkan gaji sebesar Rp 100.000 per bulan. Gaji tersebut berasal dari SPP murid murid PAUD yang dibayarkan oleh orang tua murid kepada pihak PAUD sebesar Rp 30.000 per bulan.

“Semenjak Covid 19, kami tidak lagi mengajar di kelas, terhitung dari awal Maret hingga saat ini kegiatan belajar mengajar ditiadakan dan pembayaran SPP juga ditiadakan. Tetapi karena memiliki rasa tanggung jawab kepada murid murid, kami para guru tetap berkomunikasi terkait pelajaran dengan murid melalui orang tua murid di grup whatsapp, walau ada beberapa orang tua murid yang tidak memiliki handphone” ujar Indah. Kebahagiaan sangat terlihat jelas di wajah para guru honorer saat mendapat bansos sembako Presiden melalui Kementerian Sosial. Bansos sembako ini sungguh sangat membantu para guru honorer yang beberapa bulan ini mengalami kesulitan.

Sebabnya mereka tidak dapat mengajar seperti biasanya yang berimbas pada pengasilan mereka sebagai guru honorer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *