Pelaku pembunuhan satu keluarga di Dukuh Slemben RT 1/5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukaharjo sudah ditangkap. Terduga pelaku adalah HT (41). HT ditangkap tiga jam sejak dilakukan pencarian pada Sabtu (22/9/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

HT ditangkap Polisi di wilayah Kecamatan Baki, Sukoharjo. Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas memimpin langsung jumpa pers pengungkapan kasus di Mapolsek Baki yang tidak jauh dari rumah korban di Dukuh Slemben RT 01 RW 05, Desa Duwet, Kecamatan Baki. "Kita tangkap seorang pelaku ini di kawasan Sukoharjo," katanya.

Lebih lanjut Yugo menerangkan, pelaku merupakan pria berinsial HT (41) warga Kecamatan Baki. "Penangkapan kurang dari 3 jam, setelah jenazah ditemukan," jelas dia. "Satu pelaku yang diamankan di Mapolres Sukoharjo," akunya menekankan.

HT diduga telah membunuh satu keluarga yang terdiri dari suami istri Suranto (43) Sri Handayani (36) serta kedua anaknya Rafael Refalino Ilham (9) dan Dinar Alvian Hafidz (5), Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan HT merupakan teman dekat korban. Dia menambahkan, pelaku memiliki hubungan kerja dengan Suranto (korban).

Awalnya pelaku meminjam mobil rental milik korban, tetapi justru dijual karena terlilit hutang. "Ada hubungan kekerabatan dan bisnis," terangnya Pasca ditangkapnya pelaku, potret wajah HT tersebar luas di media sosial.

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan, motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut karena ingin menguasai harta milik korban. Alasannya, karena sedang terdesak masalah hutang. "Pelaku punya utang cukup banyak di luar. Dia mempunyai keinginan menguasai apa yang dimiliki oleh korban," Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Sabtu.

Bambang mengatakan, pelaku membunuh empat korban yang masih satu keluarga itu dengan menggunakan pisau dapur. Setelah menghabisi nyawa mereka, mobil milik korban kemudian dibawa kabur. Meski demikian, pihaknya saat ini masih berusaha mendalami keterangan pelaku tersebut.

"Sementara masih kita dalami. Sementara pengakuan dari pelaku nekat membunuh korban karena terdesak," terangnya. Selain pelaku, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukit berupa pisau dapur yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. Beserta mobil Avanza putih yang dibawa kabur dan telah dijual senilai Rp 82 juta, kepada orang lain.

Seorang warga bernama Kayun (52) mengatakan, penemuan jenazah keluarga S tersebut diketahui sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu dirinya curiga karena mencium bau busuk dari dalam rumah korban. Karena khawatir terjadi sesuatu, ia memberanikan diri mengetuk pintu rumah korban, namun tidak ada jawaban.

Saat itu juga ia bersama warga lain langsung memberanikan diri untuk mendobrak pintu rumah korban. Warga terkejut, karena mengetahui satu keluarga telah meninggal dunia. Senada juga disampaikan Kepala Desa Duwet Suparno. Menurutnya, bau busuk dari dalam rumah korban itu yang membuat warga sekitar curiga.

Terlebih lagi, rumah S tersebut dalam kondisi tertutup. “Bau enggak enak dikiranya dari kolam ikan. Enggak tahunya sudah meninggal,” ujar Kepala Desa Duwet Suparno, Jumat (22/8/2020) malam. Dari informasi yang dihimpun, satu keluarga yang menjadi korban pembunuhan itu diketahui sudah tidak keluar rumah sejak Selasa (18/8/2020) malam.

Kepala Desa Duwet Suparno mengatakan, saat ditemukan warga tersebut kondisi korban sudah tewas secara mengenaskan. Keempat jenazah itu ditemukan dalam ruangan yang berbeda, seperti di ruang tamu, pintu samping, dan ruangan lain. Mengatahui hal itu, warga langsung melaporkannya kepada polisi.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho juga membenarkan hal itu. Saat ini proses penyelidikan masih dilakukan polisi untuk memburu pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *