cek fakta

Hoaks Air Mineral Mengandung Besi dan Berbahaya Jika Dikonsumsi

Summary

Video yang menyebutkan merek air kemasan Le Minerale mengandung besi dan berbahaya jika dikonsumsi beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Video berdurasi 2 menit 37 detik itu memperlihatkan seseorang yang melakukan uji coba terhadap tiga merek air mineral untuk melihat kadar […]

Video yang menyebutkan merek air kemasan Le Minerale mengandung besi dan berbahaya jika dikonsumsi beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Video berdurasi 2 menit 37 detik itu memperlihatkan seseorang yang melakukan uji coba terhadap tiga merek air mineral untuk melihat kadar zat besinya.
Kalau ini Le Mineral, kandungan besinya sampai 1400. Coba ini lihat,” kata pria dalam video tersebut.

Penelusuran

video tersebut adalah tidak benar. Dalam artikel Liputan6 berjudul “Cek Fakta: Klarifikasi Le Minerale soal Video Uji Coba Air Mineral Mengandung Listrik” pada 3 Juli 2020, dijelaskan bahwa uji coba yang dilakukan dalam video menggunakan metode yang salah.

Corporate Secretary Mayora Indah, Yuni Gunawan mengatakan klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Sebab uji coba kandungan air yang dilakukan dalam video tersebut menggunakan metode yang salah.

“Jelas ini metode yang salah, tidak Valid dan menyesatkan yang dilakukan oleh oknum yang tidak mempunyai kapasitas dan tidak kredibel di dalam pemahaman mengenai pelaksanaan metode pengujian keamanan makanan dan minuman,” tutur Yuni kepada Liputan6.com, jumat (2/7/2020).

Menurut Yuni, air secara alami mengandung mineral sehingga bersifat konduktor dan menghantarkan listrik, sedangkan air yang didemineralisasi tidak akan menghantarkan listrik karena mineralnya telah dihilangkan.

“Kesimpulan menyesatkan diambil dengan menyatakan bahwa air yang lampunya menyala mengandung bahan berbahaya,” ucap dia.

Yuni menambahkan, semua air minum mineral dalam kemasan yang beredar di Indonesia aman dan sudah lulus uji dengan mengikuti Standard Nasional Indonesia (SNI 3553 2015) yang mengatur Standard Air Mineral.

“Di dalam SNI 3553 2015 tersebut juga diatur proses Cara Uji dan Syarat Lulus Uji yang harus dijalankan oleh seluruh produsen Air Minum Mineral sebelum mendapatkan tanda kelulusan memenuhi Standar Nasional Indonesia dalam bentuk Sertifikat SNI,” tambah Yuni.

Selain itu semua produsen air minum mineral harus mendaftarkan produk mereka ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kemudian diproses dengan ketat, untuk mendapatkan nomor ijin edar yang dikeluarkan oleh BPOM, sebagai tanda bahwa produk air mineral telah terdaftar dan aman di konsumsi oleh konsumen.

“Air demineralisasi (yang tidak menyala) justru tidak baik bagi tubuh. Teknologi air demineralisasi atau yang sering disebut sebagai ‘air kosong’ (tidak bernutrisi) digunakan secara luas untuk mengolah air pada pabrik pembuatan aki,” tutup Yuni.

Kesimpulan

Video seorang pria melakukan uji coba terhadap tiga merek air minum adalah tidak benar. Air secara alami mengandung mineral sehingga bersifat konduktor dan menghantarkan listrik. Dan esmua air minum mineral dalam kemasan yang beredar di Indonesia sudah memenuhi kelulusan memenuhi Standar Nasional Indonesia.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *