Ayah Rangga, Fadly Fajar, menumpahkan kesedihan atas meninggalnya sang anak. Rangga tewas saat bantu ibunya melawan pemerkosa, Samsul Bahri. Kasus pembunuhan bocah berinisial Rangga atau R (9) itu bermula saat ibunya, D menjadi korban pemerkosaan Samsul Bahri (36).

Akibat pemerkosaan itu, D mengalami luka luka karena sempat melawan. Sementara anaknya, R, bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD ini tewas dengan cara mengenaskan di tangan Samsul Bahri. Tewas setelah berusaha membantu ibunya dari aksi bejat Samsul Bahri.

Ia pun menjadi korban kebiadaban Samsul Bahri dan tewas dengan luka penuh tusukan. Setelah jasadnya sempat dibuang oleh pelaku, polisi akhirnya menemukan R di dekat sungai. Jenazah R kemudian dimakamkan pada Minggu (11/10/2020), di TPU Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Nama Rangga lalu ramai diperbincangkan khalayak. Banyak yang memuji keberanian Rangga saat melawan Samsul Bahri. Nama Rangga bahkan sempat trending topik di Twitter.

Tak hanya pujian, netizen juga memampang jelas foto Rangga semasa hidup. Soal ini ayah Rangga, Fadly Fajar meminta agar foto anaknya tak lagi dipublih. "Saya Fadly Fajar, dengan sangat memohon kepada all netizen, baik secara perorangan atau pun dalam kelompok, untuk tidak lagi memposting photo almarhum anak saya: Rangga Aqshaal Mustaqhiim…

Dalam keadaannya yang penuh luka.. Dalam kondisi yang tidak layak dipublikasikan, dengan kengerian, dan mengandung unsur kekerasan.. Saya mohon dengan sangat, cukup lah dalam batin saya luka luka anak saya simpan…

Dan saya juga mempertimbangkan kondisi psikologis ibu dari anak saya, ibu saya, mertua dan orang orang yang sudah merawat Rangga, saat melihat photo tsb,…. Satu hal Rangga masih dibawah umur dan masih dilindungi dalam UUD perlindungan anak, dan tanpa ijin menyebarkannya terkecuali pihak berwenang dan yang mendapat kuasa.. "saya tak urus itu" Yang saya mohonkan agar tidak lagi men sharenya itu saja….

Saya minta dengan sangat..saya mohon dan terima kasih… Saya minta maaf jikalau perkataan saya kurang berkenan…..mohon dimaafkan!!!!??" tulis Fadly Fajar. Selain itu Fadly Fajar juga sempat memposting status di Story.

Dalam postingannya, Fadly menulis kata puitis. Ia menujukan untuk Rangga. "Dimana akan kucari, aku menangis seorang diri, datanglah aku ingin bertemu, untukmu aku bernyanyi

Untuk abang Rangga tercinta aku ingin bertemu walau hanya dalam mimpi," tulis Fadly Fajar. Fadli bercerita bahwa Rangga baru dua minggu tinggal bersama ibunya, Dn, di Kecamatan Birem Bayeun Aceh Timur. Ya, sejak berpisah dengan Dn dua tahun lalu, Rangga bersama sang adik memang tinggal bersama dirinya di Medan Selayang.

"Tanggal 19 September 2020 lalu, saya baru saja merayakan ulang tahun almarhum yang genap berusia 10 tahun," ujar Fadli sambil menangis. Berapa hari setelah merayakan ultahnya yang ke 10, ibu Rangga, Dn, datang ke rumahnya di Medan Selayang dengan maksud membawa Rangga ke Aceh. Kala itu, Fadli mengaku berat melepas kepergian putra pertamanya itu.

“Tapi karena almarhum terus merengek dan bersikeras ikut. Akhirnya saya mengizinkannya,” imbuhnya. Karena itu, ia sempat kaget dan tak percaya mendengar kabar anaknya itu telah meninggal dunia. "Saya hampir tak percaya mendengar kabar Rangga meninggal. Dia meninggal terkena sabetan parang pelaku karena berusaha membantu ibunya di rumah itu," ujar Fadli.

"Saya dapat kabar bahwa sebelum meningal, anak saya sempat disuruh lari sama ibunya. Tapi dia tidak mau lari, dia lawan pelaku. Setelah terkena parang, ia sempat berucap sakit. Lalu ia langsung terdiam, mungkin saat itu anak saya ini sakratul maut," imbuhnya lagi. Diakui Fadli, Rangga adalah anak yang cerdas. Berbeda dari anak seusianya, Rangga adalah sosok yang periang namun teguh kala berpendirian.

Saking cerdasnya, Rangga diakui Fadli kerap mendapat peringkat 1 dan 2 di kelasnya. Bukan cuma pandai dari segi akademik, Rangga juga diakui Fadli adalah anak yang cakap dari segi agama. Terbukti, di usianya yang belia, Rangga sudah pandai membaca Al Quran.

"Almarhum memang beda dengan anak seusianya. Ia anak cerdas, periang, keras berpendirian, dan selalu mendapat rangking di kelas. Bahkan sekarang Ia sudah mampu membaca Alquran," kenang ayahnya menangis sedih. Kini, Fadli Fajar telah mengikhlaskan kepergian anak kesayangannya itu. "Allah SWT lebih sayang kepadanya, sehingga memanggilnya duluan dari pada kami. ‘Selamat jalan nak, kami akan selalu merindukanmu nak’," ucap ayahnya kembali menangis.

Aksi heroik Rangga yang membela ibunya saat diperkosa belakangan menjadi perbincangan. Nama Rangga pun bertengger di deretan trending di media sosial. Publik dibuat kagum dengan aksi Rangga yang sampai meregang nyawa demi membela ibunya dari tangan pemerkosa, Samsul Bahri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *