Di mana Nus Kei masih misteri saat istri dan anak anak di rumah mereka di kluster Australia, didatangi kelompok John Kei, Minggu (21/6/2020) siang. Sekelompok orang berpenutup wajah, berbadan tegap dari kelompok John Kei mengamuk menghancurkan perabotan dan mobil yang terparkir di rumah nomor 52 milik Nus Kei. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beberapa video yang merekam detik detik kejadian viral di media sosial.

Miftah warga setempat terjekut mendengar letusan pistol dari orang orang yang berkerumun mencari Nus Kei di rumahnya. "Ada suara tembakan dan kondisinya ramai," ucap warga perumahan elite di Kota Tangerang itu kepada Warta Kota. Kebanyakan mereka, sambung Miftah, membawa golok, pistol. Warga sekitar mendadak resah dan suasana mencekam.

Heriyanto, petugas sekuriti kompleks memastikan orang orang itu datang mengendarai empat mobil membuat keributan di rumah Nus Kei. "Mereka mengamuk di rumah Bapak Nus Kei. Dua kendaraan milik Bapak Nus Kei dirusak," terang Heriyanto. Dua kendaraan yang terparkir di rumah Nus Kei yang dihancurkan, yakni mobil B Mazda putih 16 KEI dan Yaris B 8669 LJ.

Bahkan, kendaraan warga milik Tomi Sugiarto di rumah no 50, Pajero sport warna putih B 1373 BJV turut dihancurkan. Petugas sekuriti sempat mendatangi lokasi keributan, namun orang orang yang berkerumun di depan rumah Nus Kei melawan. "Dari informasi bapak Nus Kei, ini perbuatan dari saudara John Kei," imbuh Heriyanto.

Wakil Kapolres Metro Tangerang, AKBP Yudhistura Midyahwan, menjelaskan penyerangan ini dipicu konflik kelompok John Kei dan Nus Kei di Kosambi, Cengkareng, Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB. "Dengan kejadian tersebut pelaku merasa kurang puas selanjutnya mendatangi rumah Nus Kei," ujar Yudish saat dikonfirmasi Warta Kota, Senin (22/6/2020). Tampak dari video yang beredar, rumah Nus Kei hancur. Pintu rumah dijebol, sejumlah kaca jendela pecah dilempar barbel.

Ruang tamu dan kamar tidur diacak acak para pelaku menggunakan parang. "Pelaku diperkirakan berjumlah kurang lebih 15 orang menggunakan tiga unit kendaraan roda empat yang keseluruhannya memakai penutup muka," kata Yudhistura. Saat penyerangan anggota kelompok John Kei, Nus Kei tak berada di rumah. Hanya ada istrinya Reni dan dua anaknya, Anggi dan Tio.

Para pelaku tetap mengamuk dan menghancurkan perabotan di dalam rumah Nus Kei. "Saat kejadian yang berada di dalam rumah adalah istri dan anak Nus Kei," Yudhistira menerangkan. Reni, Anggi dan Tio berusaha menyelamatkan diri dari serangan orang orang yang mendatangi rumahnya mencari Nus Kei.

"Istri dan anaknya itu melarikan diri ke lantai atas. Lalu menyeberang ke rumah sebelah," kata dia. "Pelaku membuang tembakan sebanyak kurang lebih 7 kali," Yudhistira melanjutkan. Adi Nugroho, petugas keamanan kluster Australia menjadi korban keberingasan para pelaku saat hendak keluar gerbang.

Kendaraan pelaku menabrak pintu gerbang dan membuat petugas sekuriti bernama Adi Nugroho terluka hingga kaki kirinya patah. Pengemudi ojek online alias ojol, Andreansyah, turut menjadi korban. Kini ia dirawat di Rumah Sakit Medika, Karang Tengah, Tangerang. Ia tertembak peluru nyasar yang dilepaskan pelaku yang mengendarai Toyota Agya putih B 114 EVE.

"Korban ojol tertembak oleh pelaku di jempol kakinya," ujar Heriyanto, petugas keamanan kompleks Green Lake City kepada Warta Kota. Menurut informasi yang didapat dari lapangan, ada empat mobil yang diduga ditumpangi anggota kelompok John Kei. Pertama yang masuk kompleks adalah Toyota Agya putih nomor polisi B 253 SID, dan langsung membuka palang pintu.

Sementara sang sopir yang masih duduk di balik kemudi menodongkan pistol ke arah petugas sekuriti yang mencoba meminta identitasnya. Masuk mobil pertama, selanjutnya mengekor Toyota Agya hitam B 2394 AE, Toyota Agya putih B 114 EVE dan Toyota Agya hitam B 8300 PG. Penyerangan rumah Nus Kei ditengarai ada hubungan dengan pembacokan dua pengemudi motor di Cengkarengsekitar pukul 11.30 WIB.

Mulanya, AR memboncengER yang mengemudikan Yamaha Nmax B 6945 melaju dari arah ABC ke Jalan Raya Kresek, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Di tengah jalan mereka diadang lima sampai tujuh orang. AR terkena sabetan parang terjatuh, dan empat jarinya putus.Sementara ER kabur namun berhasil dikejar dan ditangkap.

KorbanER dihujani sabetan bertubi tubi oleh para pelaku hingga bersimbah darah. Meski sudah tak berdaya, korban dilindas pelaku yang mengendari Suzuki Ertiga. Para pelaku langsung kabur, tak lama teman korban datang ke lokasi tapi korban ER meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Puri Kembangan, Jakarta Barat. Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri menjelaskan soal pembacokan ini. "Awalnya dugaan penganiayaan," ucap Khoiri dalam keterangan suara kepada Kompas.com.

Ia memastikan pelaku pembacokan lebih dari satu orang membawa parang dan langsung kabur setelah meninggalkan korbannya di pinggir jalan. Polisi menangkap John Kei dan 24 anggota kelompoknya di perumahan Tytyan Indah Utama, Bekasi, Minggu (21/6/2020) malam. Sejak Magrib, sebuah truk polisi sudah terparkir di sana, tapi penggerebekan oleh personel Polda Metro Jaya dibantu Polres Metro Bekasi Kota baru pukul 20.00 WIB.

Saking takutnya, warga yang berdekatan dengan lokasi penggerebekan hanya bisa melongok dari balik jendela kaca rumah mereka. Warga yang bermukim di dekat kediaman John Kei dilarang keluar rumah saat polisi sekitar ratusan jumlahnya, dan bersenjata api mengepung. Rumah Sevia hanya 100 meter dari lokasi penggerebekan. Ia mendengar puluhan kali suara tembakan.

"Warga sudah enggak berani keluar, saya dari dalam mendengar suara tembakan sudah kaya suara petasan," ucapnya. Suara polisi juga terdengar nyaring. Sevia mendengar suara bentakan polisi kepada target pengamanan yang hendak kabur atau mencoba malawan. "Suara teriakan kayak, 'jangan lari!' Saya enggak begitu tahu persis orang orangnya yang diamankan," papar dia.

John Kei sudah lama menetap di perumahan Tytyan Indah Utama. Di sana juga terdapat beberapa rumah yang dihuni anggota kelompoknya. "Sudah lama di sini sama keluarganya. Kanan, kiri, depan (rumahnya John Kei, red) itu kan juga kelompoknya," tutur dia. Sebanyak 25 orang dan 4 sepeda motor diamankan polisi, termasuk John Kei. Mereka langsung digiring ke Polda Metro Jaya.

Kapoles Metro Bekasi Kota Kombes Wijanarko memastikan pihaknya hanya memback up Polda Metro Jaya selama penangkapan John Kei dan anak buahnya. "Ada lima rumah warga yang digeledah. Dari situ ada beberapa yang diamankan. Kita mengamankan 25 orang dan beberapa barang bukti," ungkap Wijanarko. Ia menutup rapat informasi adakah keterkaitan John Kei dan kelompoknya dalam dua peristiwa Minggu siang di Cengkareng dan Cipondoh.

"Penjelasan itu nanti dari Dirkrimum Polda untuk barang barang yang diamankan, begitu juga untuk prosesnya," tutut Wijonarko. "Pascakejadian ini, tetap kita lakukan pengamanan di perumahan yang menjadi lokasi penggeledahan dan penggerebekan, kegiatan ini berjalan lancar kemudian situasi tetap aman kondusif," imbuh dia. Menurut dia, terdapat lima rumah yang digeledah dan polisi berhasil mengamankan 25 orang termasuk John Kei.

Saat ini lanjut dia, rumah tersebut masih terdapat penguhi keluarga dari 25 orang yang diamankan. "Jadi rumah ini tetap beraktivitas normal karena di dalamnya ada penghuni terutama wanita dan keluarganya," jelas Wijonarko. Wakil Kapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian menambahkan, satu dari 25 orang yang diamankan termasuk John Kei.

"Tentunya saudara inisial J (John Kei) kita juga amankan, saat ini kita mintai keterangan di Polda Metro Jaya," kata Alfian yang ikut mendampingi Wijanarko. Satu mobil truk yang mengangkut 25 orang keluar dari kawasan perumahan dikawal ketat personel kepolisian sekira pukul 23.00 WIB. Sejumlah barang bukti yang disita dari sana diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus pada Senin (22/6/2020).

"Barang bukti yang diamankan di TKP adalah 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel," kata Yusri. Yusri belum mengungkap motif penyerangan dan keterlibatan John Kei atau anak buahnya. "Ini biar lengkap dulu semuanya. Kami masih melakukan pemeriksaan, biar ketahuan perannya masing masing apa sih mereka, masalahnya apa sih, masih didalami," ungkap Yusri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *