Sebuah video yang memperlihatkan perempuan yang kesurupan ramai diperbincangkan di sosial media. Dalam narasi yang beredar, perempuan yang diketahui mahasiswi di Yogyakarta itu kesurupan saat kembali ke kosnya. Kosanya tersebut telah ditinggal atau tidak ditempati selama tiga bulan.

Video itu diunggah akun Twitter @ukmpengamatan pada Rabu (17/6/2020) dan menjadi viral di media sosial. Si pengunggah video menuliskan, peristiwa itu terjadi di kos kosan sekitar kampus Yogyakarta yang ditinggal hampir tiga bulan. Ia melanjutkan, kos kosan tersebut berada di sekitar kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

"Kejadian siang tadi, di area sekitar kampus. Laporan dari anggota Divisi Metafisika. Karena kos kosan ditinggal hampir 3 bulan. Dari luar kota balik ke kosan, langsung kesurupan Harusnya kosannya disemport disinfektan anti ghaib juga," tulis pengunggah dalam keterangannya.

Video berdurasi 11 detik itu memperlihatkan suasana sebuah rumah tampak dari luar. Terdengar suara perempuan yang menjerit dari dalam rumah. Kejadian itu membuat sejumlah warga berdatangan di sekitar lokasi.

Ada seorang wanita dan dua pria tengah berdiri di tempat parkir di depan rumah tersebut. Beberapa di antaranya tampak berdiri di depan gerbang kosan tersebut. Hingga Sabtu (20/6/2020), video tersebut menjadi viral dan sudah dilihat sebanyak 175 ribu kali.

Video itu pun mendapatkan 779 retweet dan disukai 1.000 warganet di jagat maya Twitter. Perempuan berinisial S ini membeberkan, kejadian kesurupan yang dialami teman satu kontrakannya bukan karena adanya 'penghuni' di rumah tersebut. Menuturkan peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/6/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

Mengakui, si mahasiswi yang kesurupan itu baru saja kembali dari kampung halamannya. "Iya dari rumah aslinya di luar kota, terus baru balik ke Jogja langsung pergi keluar," jelas S. Menceritakan, kejadian itu bermula kala temannya berlibur di Embung Tambakboyo Yogyakarta.

Sebelum pulang ke kontrakan, mahasiswi inimampir ke sebuah rumah makan. Selesai makan, tiba tiba teman S kesurupan. Karena takut menjadi ramai, akhirnya teman yang kesurupan itu segera dibawa ke rumah kontrakan.

"Karena takut ramai apalagi keadaan corona begini, makanya dibawa ke kontrakan." "Tapi malah banyak orang orang yang nonton sama videoin," ujarnya. Menyesalkan adanya orang orang yang merekam peristiwa tersebut.

Bahkan, mereka menyebarkan video serta membubuhkan narasi yang tidak sesuai fakta sebenarnya. Menurut S, kejadian tersebut bukan kali pertama menimpa temannya. Sebelumnya, temannya itu juga pernah kesurupan, tapi tidak saat bukan berada di rumah kontrakannya.

Kini, kondisi dari temannya pun baik baik saja. "Kondisinya sudah baik baik saja semenjak selesai kesurupan." "Langsung diantar balik ke kampung asalnya sama teman teman," tutur S.

Setelah kejadian tersebut viral, ia sampai merasa tidak enak dengan pemilik kontrakan. Pun meminta agar warganet tidak lagi menyebarluaskan kejadian yang menimpa temannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *