Seorang pedagang ayam penyet menjadi korban penganiayaan seklompotan remaja. Akibatnya, jempol tangan korban sampai putus terkena sabetan samurai. Para pelaku tak terima karena korban sempat melerai perkelahian pelaku dengan beberapa orang lain.

Tim Satreskrim Polrestabes Medan masih mengejar pelaku pengeroyokan seorang pedagang ayam penyet, Nickolaus Gia Perdana Tarigan hingga jempol tangannya putus di Jalan Jamin Ginting Pasar 3 Kelurahan Titi Rantai, Medan. Kejadian penyerangan yang terjadi pada Selasa (1/9/2020) dini hari ini terekam oleh kamera CCTV berdurasi 1 menit dilakukan oleh komplotan remaja di sebuah warnet dengan menggunakan samurai. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing menyebutkan, hingga saat ini para pelaku masih dalam pengejaran.

"Itu kasus 170 KUHP, pelaku lebih dari satu orang. Doakan ya pelaku segera ditangkap," ungkapnya saat dikonfirmasi Tri bun, Sabtu (5/9/2020). Ia menyebutkan bahwa kondisi korban saat ini masih dirawat di rumah sakit dan masih stabil. "Kondisi korban sedang di rumah sakit, sudah lumayan, sudah stabil," bebernya.

Insiden ini terjadi selasa pada sekitar pukul 01.24 WIB ini terlihat korban Nickolaus Gia Perdana Tarigan nekat melakukan perlawanan seorang diri terhadap para pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang. Terlihat korban terkena sabetan samurai para pelaku yang mengakibatkan jempol tangan korban putus dan berkat aksi heroiknya tersebut berhasil selamat. Saksi mata, Hendrik menyebutkan, saat kejadian pelaku berjumlah enam orang yang mengendarai tiga unit sepeda motor.

Menurut saksi, awalnya permainan di warnet temu e sport arena, dimana sesama pengunjung warnet yang berkelahi. Sementara korban yang berjualan ayam penyet di depan warnet berusaha melerai perkelahian. Akibatnya pelaku tak terima dan mengancam akan membalas dan membuat korban tak dapat berjualan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *