Disinggung hasl survei tentang elektabilitasnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersenyum. Momen itu terlihat ketika Anies Baswedan menjadi narasumber acara E Talkshow tvOne baru baru Ini. Dilansir dari Youtube Talkshow tvOne, Anies Baswedan pun angkat suara terkait hasil survei yang berkaitan dengan pemilhan presiden (Pilpres) 2024 mendatang itu.

Mulanya, Anies Baswedan diperlihatkan beberapa artikel tentang hasil survei tersebut. Artikel pertama menyebutkan jika Elektabilitas Anies, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo sulit bertahan hingga 2024. Kemudian pada artikel selanjutnya disebutkan jika Anies terpopuler di media sosial namun kalah favorit dari Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini terlihat senyum senyum. Anies Baswedan pun mengatakan bahwa saat ini dirinya maupun Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo masoh fokus mengurus wilayah masing masing. "Ini nulis 2024 ngetes surveinya sekarang, itu kaya gini ' ramalan cuaca 2022'," ucap Anies Baswedan berkelakar.

"Waktunya masih lama sekali, kita kita semua ini masih fokus ngurusin wilayah masing masing, saya masih ngurusin Jakarta," sambungnya. Anies Baswedan lantas ditanya perasaannya tentang hasil survei yang menyatakan dirinya paling populer di media sosial. "Tergantung mau lihat online yang mana, peristiwanya sama tapi beritanya yang mana," kata Anies terkekeh.

Terlepas dari itu, Anies Baswedan rupanya memiliki prinsip sendiri untuk menyikapi adanya hasil survei tersebut;. "Menurut saya gini, yang proporsional saja. dan saya selalu bilang kalau dipuji jangan terbang kalau dicaci jangan tumbang," terang Anies Baswedan. Dalam acara yang dipandu Wahyu Muryadi itu, Gubernur Anies pun disinggung soal keinginannya maju dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

"Ada yang bilang katanya pak anies itu begitu sampai Jakarta, cita citanya mau jadi presiden, bener ga tuh?" ucap sang presenter. "Tergantung om way lah, kalalu om way siap jadi promotor, yang ngerjain gimana?" jawab Anies Baswedan berkelakar. Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih beberapa tahun lagi, namun beberapa tokoh sudah mulai digadang bakal maju bersaing.

Dalam Pilpres 2024 kemungkian akan muncul sosok baru yang 'bertarung'. Terlebih Presiden saat ini, Joko Widodo (Jokowi) dipastikan tidak boleh mencalonkan kembali sesuai ketentuan undang undang. Pengamat politik Yunarto Wijaya sedikit memberikan analisanya soal sosok yang kemungkinan maju dalam Pilpres 2024.

Setidanya empat sosok potensial yang digadang akan berlaga di ajang Pemilihan Presiden 2024. Keempat sosok itu memiliki keunggulan sekaligus catatan masing masing. Yunarto Wijaya menjelaskan, Pilpres 2024 merupakan momen yang berbeda bagi masyarakat Indonesia.

"2024 itu momen terbesar regenerasi. Dulu dulu bisa ketebak yang maju sebagai Presiden Indonesia itu berdarah biru, punya partai, cucunya pendiri NU dan sebagainya." "Nama nama itu kerap kali muncul tetapi apa yang terjadi dengan Jokowi, dia mendobrak nama itu semua," ujar Yunarto Wijaya. Kendati demikian, Yunarto Wijaya mengingatkan kepada sosok yang masih memiliki keinginan kuat maju untuk menahan diri dan legowo memberikan kesempatan kepada generasi muda.

"Kalau 2024 itu berbeda karena sosok yang masih nafsu ingin maju jadi Capres itu secara biologis sudah tua, jadi seharusnya tak perlu memaksakan diri. Terlebih secara psikologis, jika memaksakan orang tua yang maju maka tak akan menang." "Ini momen ketika orang orang yang bertarung secara teknokratis punya peluang. Misalnya Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno," aku Yunarto Wijaya. Berkaca di Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019 lalu, Yunarto Wijaya lantas menuturkan biasanya terdapat sebuah kejutan di akhir akhir pemilihan tersebut dengan munculnya sosok yang tak terduga.

"Sejarah Indonesia memperlihatkan di tikungan terakhir, biasanya yang mengejutkan itu yang menang. Yang tak pernah lo sangka, seperti masa saat SBY mundur dari menteri, Gus Dur yang tiba tiba mengalahkan Megawati," ujar Yunarto Wijaya. Dengan berbagai kejadian tersebut, Yunarto Wijaya menuturkan, tak menutup kemungkinan ia mendukung Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto jika lawan mereka memiliki kemampuan yang lebih buruk. "Minimal muncul ada nama lain yang bisa menguji kemampuan kedua orang tersebut, terlebih untuk kepala daerah. Gue berharap dengan Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini dan sebagainya bisa bertarung dengan berbagai ide mereka," imbuh Yunarto Wijaya.

Lebih lanjut, Yunarto Wijaya memaparkan analisanya terkait sosok yang maju di Pilpres 2024 mendatang. "Lo jawab dengan inisial aja ya, secara voling lo yang punya. Inisialnya siapa aja?" tanya Robert Harianto. "P, A, G, S," tegas Yunarto Wijaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *