Pemain bintang Persija Jakarta, Marco Motta mengaku belum mendapatkan arahan dari manajemen klubnya untuk kembali ke Jakarta. Saat ini, Marco Motta masih berada di negara asalnya, Italia lantaran kompetisi Liga 1 2020 dihentikan sementara waktu. Manajemen tim Macan Kemayoran sudah menginformasikan sebelumnya akan menggelar latihan kembali pada bulan Agustus 2020.

Hal tersebut dilakukan sebagai persiapan untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2020 yang akan dilanjutkan pada bulan Oktober 2020. Namun, sampai dengan saat ini Marco Motta dan seluruh elemen di tim Macan Kemayoran masih belum diperintahkan untuk berkumpul di Jakarta. Saat ini, Motta masih berada di Italia dan memilih untuk menjalani latihan secara mandiri di negara asalnya.

"Saya masih tidak memiliki arahan resmi (dari manajemen Persija) terkait kembalinya saya ke Jakarta," kata Marco Motta. Menurut Motta, saat ini hal yang paling dirindukan adalah melihat dukungan secara langsung dari suporter The Jakmania. Selain itu, pemain berusia 34 tahun itu sangat merindukan bermain lagi di markas Persija Jakarta yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

"Tetapi tahu ya bahwa saya sangat merindukan kalian semua (The Jakmania) serta stadion GBK," tutup pemain kelahiran Merate, Italia tersebut. Sebelumnya, Marco Motta mengaku takjub dengan keramahan dan budaya yang ada di Indonesia. Marco Motta menjadi satu diantara tiga pemain asing yang dimiliki tim Persija Jakarta di kompetisi Liga 1 2020.

Pemain yang pernah memperkuat Juventus dan AS Roma itu didatangkan Persija Jakarta pada awal musim Liga 1 2020, dan dikontrak selama dua tahun. Selama beberapa bulan berada di Indonesia, pemain berusia 34 tahun itu langsung merasa nyaman dan tanpa memiliki kendala apapun. Selain itu, proses adaptasi Motta di Indonesia bisa berjalan lancar dan tanpa adanya kesulitan.

Salah satu budaya di Indonesia yang membuat Marco Motta kagum adalah rasa hormat yang tinggi dari setiap individunya. Terlebih, budaya di Indonesia yang bisa menghormati setiap orang yang lebih tua. Pengalaman yang pernah dirasakan Marco Motta yaitu pada saat mendapatkan penghormatan secara langsung dari juniornya di Persija yakni Resky Fandi.

Saat pertandingan menghadapi Geylang Internasional, pada 23 Februari 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Resky Fandi menunjukan rasa hormat kepada seniornya dengan gerakan salim sebelum masuk ke lapangan. Pengalaman tersebut menjadi yang pertama dirasakan Marco Motta dan membuatnya terkagum kagum dengan budaya di Indonesia. "Sebagai orang barat, gerakan ini (salim) sangat mengejutkan saya karena tidak lazim dalam budaya kita," kata Marco Motta.

Menurut Motta, budaya dan keramahan yang ditampilkan masyarakat di Indonesia membuatnya betah berada di Tanah Air. Motta beruntung bisa mendapatkan kesempatan mengunjungi dan berkarier di Indonesia karena sepak bola. "Saya sangat menyukai budaya Anda dan saya sangat menghargainya. Sepak bola adalah kunci saya untuk mengetahui dunia," tutup Motta.

Saat ini, Marco Motta memilih pulang sementara waktu ke negara asalnya Italia pada saat kompetisi Liga 1 dihentikan sementara waktu. Dalam waktu dekat, pemain berposisi bek sayap itu akan segera datang kembali untuk bekerja ke Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *