Mario Balotelli Dipuji Mantan Rekannya di AC Milan, Disebut Layak Raih Ballon d’Or

Mario Balotelli mendapat pujian khusus dari mantan rekan setimnya saat masih membela AC Milan. Mantan rekan setim Balotelli di AC Milan tersebut ialah Riccardo Saponara yang melayangkan pujian dan menyebutnya layak meraih Ballon d'Or. Pujian yang ditujukan Saponara tersebut bukan tanpa alasan mengingat keduanya pernah bermain bersama di AC Milan musim 2013/2014.

Saponara yang menempati sebagai gelandang serang ini didatangkan klub berjuluk Rossoneri dari Empoli pada musim 2013/2014. Gelandang serang kelahiran 21 Desember 1991 tersebut gagal mendapatkan tempat utama, setelah kalah bersaing dan hanya tampil sebanyak 7 kali. Meskipun jarang tampil, Saponara memberikan pandangan pribadinya terhadap Balotelli.

Menurut gelandang yang pernah memperkuat Genoa tersebut, dalam diri Balotelli memiliki apa yang diperlukan untuk menyabet gelar individu Ballon d'Or. Selain Balotelli, Saponara juga mengungkapkan siapa rekan terbaiknya selama di AC Milan. Ricardo Izecson dos Santos Leite atau lebih terkenal dengan nama Kaka disebutnya sebagai rekan terbaik yang pernah ia temui.

“Mengingat karir yang dimilikinya, Kaka adalah rekan setim terbaik yang pernah saya mainkan." "Namun, dalam skuad Milan itu, saya juga menemukan Balotelli. Saya terus bersikeras dia memiliki apa yang diperlukan untuk memenangkan Ballon d'Or." kata Saponara kepada La Gazzeta dello Sport yang dilansir dari . Mario Balotelli sendiri saat membela AC Milan berhasil mencatatkan 50 penampilan dengan catatan 30 gol selama dua musim sejak 2012/13 hingga 2013/14.

Kemudian Saponara juga menceritakan karirnya saat ini setelah memutuskan untuk pindah ke Lecce sejak musim dingin Januari lalu. Saponara sendiri sebelumnya telah absen lama tidak bermain karena tersingkir dari skuad Genoa. Minimnya jam bermain membuat gelandang berpostur 1,84 m ini hijrah ke tim asuhan Fabio Liverani.

Selama bermain dibawah asuhan Liverani, Saponara merasa pas dengan taktik menyerang diterapkan oleh sang pelatih. Adapun kenyamanan lain yang didapat Saponara yakni dukungan dari suporter tiada henti meskipun timnya berada di posisi sulit. Seperti diketahui Lecce saat ini berada di zona degradasi tepatnya posisi 18 dengan koleksi 25 poin dari 26 kali bertanding.

Dukungan tanpa henti yang diberikan oleh suporter akan dibayar dengan berusaha tetap bertahan di kompetisi teratas Italia musim depan. “Saya tidak bermain selama berbulan bulan, karena saya dibekukan oleh Genoa, jadi saya adalah orang pertama yang terkejut dengan seberapa cepat saya menetap di Lecce." "Klub ini (Lecce) memungkinkan Anda untuk fokus, para penggemar luar biasa dan kota ini juga indah."

"Kami berharap untuk segera kembali bermain sehingga kami dapat berjuang untuk tetap di Serie A." “Saya langsung melanjutkan dengan Liverani dan saya dimenangkan oleh idenya tentang sepakbola." "Menonton pertandingan di TV, saya menghargai pendekatan menyerang dan saluran passing vertikal.” tutup Saponara.

Namun keinginan Saponara untuk kembali berjuang bersama Lecce harus ditunda karena kompetisi dihentikan akibat pandemi corona. Virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut membuat seluruh kegiatan olahraga harus ditunda bahkan hingga dihentikan tak terkecuali Liga Italia. Liga Italia sendiri saat ini dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan dan akan kembali dilanjutkan setelah situasi aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *