Seorang pria berinisial IAK (50) melakukan pencabulan dengan modus menjadi dukun di Gresik. Sejak 5 September 2020 lalu, setidaknya ada tujuh korban yang melaporkan kebejatan IAK. Hingga kini, belum ada perkembangan yang berarti dari kasus ini.

Salah satu keluarga korban berinisial T, mengaku menyerahkan semuanya kepada polisi. Dia berharap petugas segera menangkap IAK yang sudah meresahkan banyak korban. "Segera ditangkap secepatnya, kami keluarga korban berharap polisi segera menindak cepat," ucapnya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (13/11/2020).

Selama dua bulan dilaporkan, nomor pelaku susah dihubungi. Para keluarga korban menghubungi melalui telepon, WhatsApp, pesan singkat tidak kunjung terkirim. Mengaku, tidak mendapat ancaman dari pelaku.

Tetapi, ada salah satu korban yang diancam melalui pesan singkat. "Ada yang di WA dengan kata katanya kasar tidak pantas," terangnya. Selama lima tahun menjadi jamaah dari kelompok pengajian IAK, T baru mengetahui pada tahun ini terkait kelakuan dukun cabul.

Istri T menjadi salah satu korban persetubuhan yang dilakukan IAK. Saat itu, istrinya diberi wejangan agar rumah tangga tetap harmonis tidak selalu bertengkar. Saat mendengarkan omongan IAK, kemudian pelaku mencoba membujuk korban hingga melakukan hubungan intim layaknya sepasang suami istri.

"Persis dukun cabul kalau ngomong, ternyata seperti itu," tambahnya. Menurut T, korban dari pebuatan IAK sejatinya sangat banyak. Namun, hanya tujuh keluarga korban yang berasal dari Gresik, Surabaya dan Malang saja yang berani melaporkan perbuatan IAK ke polisi.

"Rata rata istri dari jamaahnya yang menjadi korban," tegasnya. Selama ini, pihak keluarga korban bukan diam saja menunggu kabar perkembangan terbaru dari polisi. Sebab, kediaman IAK di Gresik, Surabaya dan Malang terlihat sepi tak berpenghuni.

Mereka juga melacak nomor pelaku melalui nomor lain untuk mengetahui di mana persembunyian IAK. "Saat dilacak ternyata ada di Kalimantan," tegasnya. Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengungkapkan kasus dukun cabul masih dalam penyelidikan.

"Masih dalam penyelidikan, kami sudah memeriksa sejumlah saksi saksi," pungkasnya. Puas menodai banyak istri orang, dukun cabul di Gresik mendadak hilang, diduga bersembunyi di suatu tempat. Sejumlah korban dukun cabul di Kabupaten Gresik ini pun mulai berani buka suara semenjak kasus ini ditangani polisi.

Namun, korban menduga pelaku dukun cabul berinisal IAK itu kabur. Salah satu keluarga korban dukun cabul, AJ (37) menyebut jika IAK sudah susah dihubungi. Nomor teleponnya sudah tidak aktif.

Pelaku berusia 50 tahun ini menjadi sasaran amukan para suami korban. Mengingat kelakuan bejat IAK yang mengaku bisa menyembuhkan penyakit dengan berhubungan badan. “Dia sudah tidak bisa dihubungi lagi, korban korban sudah berani ngomong sekarang. Sepertinya kabur itu dukun,” ujar AJ, Sabtu (19/9/2020).

Total ada tujuh korban dari aksi bejat dukun cabul ini. Dikatakan AJ semuanya bertatus istri orang. Modusnya, pelaku ini menggunakan dalil agama untuk melakukan pendekatan kepada keluarga korban, kemudian meyakinkan korbannya bahwa mampu melakukan terapi penyembuhan.

AJ pun percaya, mengingat ia bersama suami korban lainnya yang berasal dari Gresik ini sering berdzikir bersama dengan pelaku. Hal ini membuatnya semakin mantap mempercayai perkataan pelaku. Alih alih mengobati penyakit yang diderita istrinya, IAK malah melakukan aksi bejat dengan meniduri istri AJ di dalam kamar.

Ini terjadi di dalam ruangan pengobatan yang berada di Surabaya. Total sudah empat kali IAK meniduri istri AJ. “Jadi tangan istri saya itu dipegang, kemudian jidatnya ditepuk sekali langsung nurut,” papar AJ.

Para korban sudah melaporkan IAK yang tidak diketahui keberadannya. IAK memiliki tiga alamat, pertama di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, kemudian di Kapasan, Kota Surabaya dan Malang. Meski sulit dihubungi, tetapi IAK masih aktif di media sosial Facebook.

“Status yang dibuat di Facebook itu menyindir kami,” pungkas AJ. AJ mengaku sudah memenuhi panggilan Polres Gresik. Ia berharap agar polisi segera menangkap IAK.

“Kami sudah dipanggil polisi, total ada tujuh orang,” paparnya. Sementara itu, proses penyelidikan kasus dukun cabul telah ditangani oleh Satreskrim Polres Gresik. Korps Bhayangkara telah melakukan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan jika beberapa hari lalu pelimpahan berkas dari Polda Jawa Timur sudah diterima. Pihaknya langsung tancap gas memanggil sejumlah korban. “Masih dalam penyelidikan, yang jelas kami sudah meminta keterangan dari para korbannya,” tutupnya.

Ketujuh korban ini melaporkan aksi bejat pelaku ke Mapolda Jawa Timur pada tanggal 5 september lalu. Mengingat lokasi pencabulan di berbagai tempat, mulai kediaman korban, hingga tempat praktik pengobatan yang ada di Surabaya. Eksistensi dukun cabul di Kabupaten Gresik bikin resah warga, khususnya dari kalangan keluarga korban.

Seorang suami yang istrinya menjadi kejahatan praktik dukun cabul, menyampaikan curahan harinya (curhat) agar polisi menangkap sang pelaku. Suami berinisial M warga Kecamatan Kebomas, Gresik ini mengeluarkan segala uneg unegnya atas musibah yang menimpa istrinya. Tidak sendiri, empat temannya mengalami nasib serupa.

Para korban disetubui oleh pria yang merupakan dukun cabul berinisial IAK berusia 50 tahun. "Saya dengar sekarang laporan saya di Polda dilimpahkan ke Polres Gresik." "Saya minta polisi cepat menangkap sebelum dia kabur dan banyak korban lagi," ucap M, Senin (14/9/2020).

Menceritakan kondisinya saat ini, ia berusaha berdamai dengan keadaan. Ia tidak menyangka, pelaku berinisial IAK itu tega menyetubuhi istrinya yang sedang sakit berulang kali. Total empat kali, istrinya disetubuhi pelaku.

"Setelah mengaku, disetubuhi di kamar rumah, sama tempat pelaku di Surabaya," terangnya. Padahal hubungan M dengan pelaku adalah guru dan murid. Selalu mengaji bersama, berdzikir.

Hingga dia menganggap bahwa pelaku orang pintar mampu menyembuhkan penyakit. Pembawaan pelaku yang tampak agamis itu membuatnya percaya. Ketika itu, istrinya mengeluh sakit, pelaku datang dan melakukan dzikir bersama di rumah.

Pun dimintai tolong ibunya, ia meninggalkan istri dan pelaku beserta temannya yang sedang berdzikir. "Ternyata di dalam kamar istri saya ditiduri," kata dia. Kemudian, istrinya yang bekerja di salah satu perusahaan di Gresik pun izin kepadanya untuk berobat ke rumah pelaku di Surabaya.

Curiga, sebagai suami ia tidak dimintai tolong. Setelah pulang dari Surabaya, ia mengecek handphone istrinya dan menemui banyak panggilan keluar dari pelaku dan chat WhatsApp yang tidak senonoh. "Istri saya ngaku, tapi pelaku ini malah tidak mengaku."

"Ngakunya transfer ilmu penyembuhan penyakit dengan berhubungan badan," kata dia. Saat itu, pelaku sulit dihubungi. Ia pun menceritakan peristiwa pilu kepada teman temannya.

Ternyata, mereka mengalami hal yang sama. Istrinya ditiduri pelaku dengan alasan pengobatan. "Ada empat orang teman saya istrinya ditiduri pelaku," tutupnya.

Hal inilah yang membuatnya bersama suami korban dukun cabul lainnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim pada, Sabtu (5/9/2020). Laporan itu tertuang dalam Surat Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/705/IX/RES.1.11/2020/UM/SPKT Polda Jatim. Total ada tujuh orang yang bersuara.

Dua di antaranya warga Surabaya, satu orang warga Malang. Sisanya adalah warga Gresik. "Saya minta tolong polisi segera tangkap pelakunya."

"Kami siap dimintai keterangan," kata M. Mengaku masih melihat pelaku aktif bermain di media sosial facebook (FB). Pelaku membuat status dengan quote di FB.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Gresik, AKP Bambang Angkasa belum bisa berbicara banyak. "Saya cek dan konfirmasi dulu ya," pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *