Menko PMK Muhadjir Effendy: Masalah PPDB Persoalan Klasik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan masalah pendaftaran peserta didik baru (PPDB) yang dilakukan secara online merupakan masalah lama. Sebelum adanya Pandemi Covid 19 selalu ada masalah dalam PPDB Online. "Untuk pendaftaran online sejak sebelum Covid 19 pasti ada masalah, jangan harap suatu saat nanti sama sekali tidak ada masalah," kata Muhadjir di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (22/6/2020).

Meskipun demikian menurut Muhadjir pelaksanaan PPDB pasti akan dievaluasi. Pembenahan akan dilakukan secara bertahap. "Tapi kan mesti segera kita evaluasi dan benahi secara bertahap, saya kira itu persoalan klasik itu," katanya.

Sebelumnya Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matriaji menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlalu memaksakan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya, pelaksanaan PPDB saat ini tidak efektif karena banyak masyarakat khususnya orang tua murid yang ekonominya terdampak pandemi corona. "JPPI menilai PPDB kali ini terlalu dipaksakan karena hanya untuk mengikuti kalender pendidikan, tanpa mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi yang mendera masyarakat Indonesia, khususnya rakyat kecil," ujar Ubaid melalui keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

"Untuk makan saja, mereka tak tercukupi, apalagi untuk bayar pendaftaran sekolah, uang gedung, dan juga kuota internet untuk mengawal proses PPDB," tambah Ubaid. Saat ini, beberapa pemerintah daerah telah menerapkan PPDB secara daring untuk menghindari penularan virus corona. Ubaid mengatakan cara tersebut juga tidak efektif, mengingat pada pelaksanaan PPDB daring tahun sebelumnya banyak orang tua yang akhirnya datang ke sekolah untuk memasukan data.

"PPDB online tidak akan berjalan efektif. Pada situasi normal saja, seperti pada tahun sebelumnya, PPDB online menuai banyak masalah, apalagi sekarang situasi pandemi, tentu sangat tidak efektif," ucap Ubaid. Dirinya menyarankan agar Kemendikbud menunda PPDB dan mengundur tahun ajaran baru hingga pandemi usai. "Ini harus dilakukan supaya pembukaan sekolah tidak sekedar kembali dibuka, tapi segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan matang," tutur Ubaid.

Dirinya juga meminta pemerintah menggratiskan biaya sekolah bagi keluarga yang ekonominya terdampak pandemi corona.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *