Meski Jalani Persidangan, Pelajar SMA yang Bunuh Begal akan Tetap Fokus Persiapkan Ujian Nasional

Pelajar sekolah menengah atas (SMA) yang membunuh begal karena membela pacarnya di Malang, mengaku tegang saat menjalani persidangan. Namun, ZA mengaku juga harus mempersiapkan ujian nasional yang akan segera dia hadapi pada tahun ini. Meski tengah menghadapi proses hukum, ZA juga sempat mengikuti pelaksanaan latihan pelaksanaan ujian nasional (try out) .

Ia pun berujar, mendapat dukungan dari teman temannya di bangku sekolah. "Iya teman teman di sekolah tetap mendukung. Beberapa kali juga sudah ikut try out ," ujar ZA di rumahnya, dikutip dari , Selasa (21/1/2020). Ditanya mengenai kabar dirinya sudah menikah dan mempunyai seorang anak, ZA tidak membantahnya.

Menurut ZA, sang istri saat ini tinggal bersama ibu mertuanya. "Iya sudah. Dia (istri) tinggal sama ibunya," ungkap ZA. Selain itu, ia juga mengungkapkan, setiap harinya, dia masih mengikuti proses belajar di sekolah.

Namun, saat ada jadwal sidang, ia harus meminta izin kepada gurunya. "Ya pergi ke sekolah dulu," kata dia. Selain itu, ZA juga memberikan klarifikasi terkait pisau yang dibawanya.

Ia mengaku pisau yang dibawanya adalah untuk keperluan kerajinan di sekolahnya. "Memang saya bawa pisau itu buat kerajinan stik eskrim. Ada surat pernyataannya," tegas ZA. Sementara itu, ayah tiri ZA, berinisial S mengatakan, pihak keluarga akan menyerahkan pada proses hukum yang berjalan.

Ia pun berharap, anaknya itu bisa mendapatkan keadilan dari proses hukum yang tengah dihadapi. "Kami keluarga menghormati proses hukum yang berjalan. Kami berharap keputusannya seadil adilnya," kata S saat ditemui di rumahnya, Senin (21/1/2020). Sudarto yang sehari hari bekerja sebagai buruh harian lepas itu juga menyemangati ZA agar fokus jalani pendidikan.

"Ya sekolah tetap lanjut meski ada sidang. Tapi sidang akhir akhir ini lumayan buat badan capek," ungkapnya. Ketika ditanya seputar pernikahan ZA yang disebut sebut sejak 2018, S memilih tak banyak berkomentar. "Sementara gitu dulu ya. Lihat proses persidangan saja bisa menanyakan ke kuasa hukum. Nanti kami ke sana (pengadilan)," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, ZA ternyata sudah memiliki seorang anak dan istri. Namun, Bhakti, tidak mengetahuinya secara lebih rinci mengenai anak dan istri dari ZA tersebut. "Ya memang benar bahwa ZA sudah memiliki anak dan istri," ujar BhaktiRiza, dikutip dari , Selasa (21/1/2020).

Ia menambahkan, ZA dan istrinya, dijodohkan oleh orangtua. Menurutnya, saat melangsungkan pernikahan, ZA masih kelas 2 sekolah menengah atas. "Dari informasi yang saya dapat katanya mereka itu dijodohkan. Kalau tidak salah saat ZA masih duduk di kelas 2 SMA," jelas Bhakti.

Senada dengan kuasa hukum ZA, ayah kandung ZA yang berinisial ST (53) mengatakan, ZA menikah dengan seorang perempuan saat duduk di bangku kelas 2 SMA. Menurutnya, ZA mempunyai seorang istri berinisial I, yang merupakan teman satu sekolah. "ZA menikah dengan seorang perempuan yang berinisial I. Anak perempuan tersebut asalnya satu desa dengan ZA dan merupakan temannya satu sekolah," ujar ST, dikutip dari , Selasa (21/1/2020).

Ia mengungkapkan, istri dan anak kandung ZA berusia satu tahun. Menurutnya, istri dan anak ZA saat ini tinggal bersama orangtua I. "Anaknya masih berusia sekitar satu tahun dan berkelamin perempuan. Dan saat ini istri dan anak dari ZA itu sekarang tinggal di rumah orangtuanya," jelasnya.

ST mengaku, pihaknya siap untuk menghadapi persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan. "Masalah itu kan sudah ditangani oleh pengacaranya jadi saya siap siap saja mengikuti jalannya sidang," ungkapnya. Rencananya, sidangZA akan digelar secara berurutan, yaitu pada Selasa (21/1/2020) sidang dengan agenda tuntutan, Rabu (22/1/2020) sidang dengan agenda pledoi dan Kamis (23/1/2020) yaitu sidang dengan agenda putusan.

Sebelumnya, teman perempuan yang dibonceng ZA, ikut hadir dalam persidangan, Senin (20/1/2020). "Itu teman dekat ZA yang dibonceng naik sepeda motor saat kejadian perampokan begal itu terjadi. Inisialnya adalah V," ujar Bhakti, Senin (20/1/2020). Ia menjelaskan V tersebut adalah saksi yang dihadirkan dari pihak kejaksaan.

"Tadi di persidangan, pihak kita menghadirkan tiga saksi sedangkan dari pihak kejaksaan ada empat saksi. Dan salah satunya yaitu V karena yang mengetahui kejadian tersebut," jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *