Panduan New Normal dalam Berkendara, dari Teknis Hingga Aturan Resmi, Simak Baik-baik!

Masyarakat tengah menyongsong new normal. Pemerintah mengeluarkan aturan new normal dalam sejumlah kegiatan di masyarakat. Berikut aturan new normal dalam berkendara!

New normal, ini aturan resmi dalam berkendara, baik mengendarai motor atau dengan mobil. Seperti yang diketahui, masyarakat di sejumlah daerah telah mengimplementasikan new normal. Untuk mempertahankan ekonomi di masyarakat, pemerintah mengumumkan aktivitas produktif kembali.

Meski begitu, pelonggaran aktivitas tersebut tetap menerapkan protokol pencegahan Covid 19. Sejumlah aturan baru telah diterbitkan pemerintah. Antara lain aturan new normal di tempat perbelanjaan, di perkantoran, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang harus diperhatikan adalah aturan new normal saat berkendara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkanaturanresmi, pedoman teknis mengenai aturanberkendarauntuk mobil dan sepedamotorpribadi di masa adaptasi new normal . Aturannya tertuang pada Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Tansportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran Covid 19.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub, mengatakan pada dasarnya pengaturan untuk transportasi perorangan ataumobil pribadi, dilakukan secara bertahap dalam tiga fase seperti transportasi umum. "Dalam rangka mendukung masa adaptasi kebiasaan baru dengan tetap menekan penyebaran Covid 19 khususnya di bidang transportasi darat, perlu disusun pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan pada semua transportasi darat, termasuk perorangan atau pribadi," kata Budi, dalam konferensi pers virtual Peraturan Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid 19 Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid 19, Selasa (9/6/2020). Budi menjelaskan, ada beberapa regulasi yang akan ditetapkan melalui tiga fase yang telah ditentukan.

Fase tersebut sudah mulai berjalan dari saat ini hingga Agustus 2020 mendatang. Pada fase pertama dari 9 30 Juni 2020, untuk mobil pribadi hanya boleh mengangkut orang dengan kapasitas50 persendari daya angkut penuh. Kondisi ini sama seperti yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Load factor yang kami buka pada fase pertama untuk mobil perorangan 50 persen, jadi mobil yang kapasitasnya lima tempat duduk hanya bisa digunakan tiga orang. Sementara yang tujuh sampai delapan tempat duduk hanya bisa digunakan empat orang," ucap Budi. "Pada fase kedua, 1 31 Juli, untukkendaraan pribadikami tambah load factor nya menjadi 75 persen, begitu juga pada fase tiga (1 31 Agustus) masih di 75 persen.

Tapi, untuk kendaraan peribadi kalau diisi keluarga yang satu rumah, bisa 100 persen ini sudah berlaku dari sekarang," kata dia. Sedangkan untuk sepeda motor, sudah diizinkan membawapenumpangdengan tujuan melayani kepentingan masyarakat maupun kepentingan pribadi dengan syarat tetap memenuhi protokol kesehatan. Mulai dengan melakukan aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB, melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah digunakan, menggunakan masker dan sarung tangan, serta tidak berkendara jika suhu badan di atas normal atau sakit.

Pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan transportasi darat dalam tahap fase, menurut SE 11 dilakukan juga pada wilayah dengan kategori zonasi. Ada empat kategorizonayang ditetapkan sesuai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 sesuai dengan peraturan perundang undangan, yakni merah, oranye, kuning, dan hijau. "Pelayanan sarangan dan prasarana transportasi darat dari kategori zona yang berbeda harus mengikuti ketentuan pada kategori zona yang terburuk (merah)," ucap Budi.

Sementara untuk standar operasional prosedur (SOP) yang wajib dilakukan oleh pemilik kendaraan pribadi, baik mobil dan motor diantaranya adalah : 1. melakukan penyemprotan disinfektan di bagian dalam dan luar kendaraan; 2. tidak melakukan perjalanan jika dalam kondisi tidak sehat;

3. mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun; 4. kapasitas penumpang 50 persen bila hendak berbagi dengan orang lain (zona merah dan zona oranye); 5. kapasitas penumpang 75 persen bila hendak berbagi dengan orang lain (zona kuning dan zona hijau);

6. kapasitas penumpang 100 persen dari kapasitas tempat duduk bila berasal dari rumah yang sama (semua zona); 7. melakukan protokol kesehatan (memakai masker dan mencuci tangan/ hand sanitizer ); 8. menerapkan physical distancing bagi kendaraan yang penumpang yang tidak berasal dari rumah yang sama.

1. melakukan penyemprotan disinfektan di sepeda motor; 2. tidak melakukan perjalanan jika dalam kondisi tidak sehat; 3. mencuci tangan dengan hand sanitizer /sabun;

4. sepeda motor dapat membawa penumpang bila berasal dari rumah yang sama (semua zona); 5. sepeda motor hanya dapat digunakan untuk satu orang dan tidak boleh membawa penumpang dari luar rumah (pada zona merah dan oranye); 6. sepeda motor dapat membawa penumpang yang berasal dari rumah yan berbeda (zona kuning dan hijau);

7. melaksanakan protokol kesehatan (memakai masker dan mencuci tangan/ hand sanitizer ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *