Peristiwa pemerkosaan gadis berusia 16 tahun terjadi di Cirebon, Jawa Barat. Pemuda berinisial ES (21), sudah ditangkap polisi. Kapolresta Cirebon,Kombes Pol M Syahduddi saat saat konferensi pers di MapolrestaCirebon Senin (8/6/2020) memaparkankronologi yang menimpa sang gadis desa tersebut.

Peristiwa tragis yang dialamigadis muda itu berawal saat korban hendak mengambil air untuk mencuci baju. Kombes Pol M Syahduddi menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (26/5/2020) kira kira pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban pergi seorang diri mengambil air untuk mencuci baju di sungai.

Tiba tiba, tersangka ES mendatangi korban yang saat itu hendak mengambil air tak jauh dari rumahnya. Selanjutnya ES memaksa korban untuk ikut dengannya ke kawasan TPU yang tak jauh dari lokasi tersebut. ES memerkosa korban di tempat pemakaman umum (TPU), tak jauh dari tempat korban mengambil air.

Bahkan, tersangka sempat mengambil beberapa lembardaun pisang saat dalam perjalanan menuju TPU. Setibanya di lokasi kejadian, ES awalnya membujuk korban. Tak hanya itu, tersangka ES juga sempat mengutarakan rasa sayangnya, namun korban menolaknya.

"Tapi, tersangka kembali memaksa korban untuk menuruti nafsu bejatnya dan melakukan perbuatan cabul," ujar M Syahduddi. Tersangka ES saat ini sudah berhasil diamankan polisi. Pemuda berusia 21 tahun itu pun terancam dihukum 15 tahun penjara lantaran ulah bejatnya kepada gadis di bawah umur.

Kapolresta Cirebon,Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, pihaknya mengamankan sejumlah pakaian yang dikenakan korban saat dirudapaksa oleh tersangka. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ES dijerat Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak serta diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara Kasus pencabulan lain juga terjadi di Cirebon, Jawa Barat.

Kali ini, korbannya merupakan adik iparnya sendiri yangdiperkosa oleh pelaku NS (35) yang tak lain kakak iparnya sendiri hingga berkali kali. NS pun telah diamankan aparat kepolisian karena terbukti mencabuli adik iparnya sendiri yang berusia 15 tahun. Kapolresta Cirebon,KombesPolMSyahduddi, mengatakan, aksipencabulanitu dilakukan tersangka sebanyak lima kali.

Menurut dia, aksi itu dilakukan di sejumlah lokasi berbeda sejak Oktober 2019. Ia mengakui sejak 2017 tersangka setiap harinya rutin mengantar dan menjemput korban sekolah. Selain itu, NS juga kerap menggoda korban semakin cantik melalui pesan singkat ponselnya.

Aksipencabulanitu pertama kali dilakukan NS di rumah korban saat kondisinya sepi. NS tiba tiba memasuki kamar korban dan melancarkan aksi bejatnya kepada korban. Namun, korban menolak sehingga NS memaksanya dan melampiaskan hawa nafsu tersebut.

"Aksi cabul itu dilakukan saat kondisi rumah korban sepi, dan NS memaksa walaupun korban menolak," ujar M Syahduddi. Selanjutnya NS sempat mengajak korban mengunjungi kontrakannya di Kemang, Jakarta, pada Januari 2020. Tersangka pun kembali melakukan aksi cabulnya selama korban berada di kontrakannya tersebut.

Pihaknya pun mengamankan sejumlah pakaian yang dikenakan korban saat dicabuli tersangka. "NS dijerat Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak serta diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata M Syahduddi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *