Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah daerah (Pemda) telah memiliki kalkulasi tersendiri terkait mulai dibukanya fasilitas umum seperti pariwisata dan pusat perbelanjaan. Moeldoko menampik anggapan jika pemerintah mulai longgar terhadap penanganan Covid 19. "Sekali lagi, prioritas penanganan Covid adalah kesehatan. Tapi tidak meninggalkan aspek lain, seperti aspek sosial dan ekonomi," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (14/7/2020).

"Kalau Pemda bisa kalkulasi dengan baik, dan dia sudah punya skenario skenario apabila keputusan atau kebijakan membuka wisata lokal ini dijalankan, pasti sudah ada skenarionya," lanjut dia. Mantan Panglima TNI ini juga mengatakan, Pemda telah menyiapkan sejumlah resiko yang mungkin akan terjadi selama pembukaan sektor pariwisata. Pemerintah pusat, kata Moeldoko, telah mempercayakan hal tersebut kepada Pemda untuk pengambilan keputusannya.

"Nanti kalau risiko begini, akan terjadi begini, kalau risiko begini, solusinya begini. Saya pikir sudah dihitung oleh Pemda," jelas Moeldoko. Presiden Joko Widodo memprediksi puncak penyebaran virus corona atau Covid 19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus dan September 2020. Hal itu disampaikan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (13/7/2020).

"Kalau melihat angka angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Presiden. Namun menurut Presiden, prediksi tersebut bisa berubah apabila tidak ada langkah antisipasi yang tepat dalam penanggulangan Covid 19. Oleh karena itu kata Presiden, ia terus mengingatkan ara Menteri untuk bekerja keras.

"Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda. Oleh sebab itu saya minta pada para menteri untuk bekerja keras," katanya. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti lonjakan kasus Covid 19 yang terjadi di sejumlah daerah dalam rapat terbatas penanganan Covid 19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (13/7/2020). Ada yang berbeda dalam rapat terbatas kali ini, Presiden meminta jajaran kabinetnya tidak menyampaikan laporan hasil penanganan.

Melainkan, memberikan tanggapan atas lonjakan kasus yang terjadi. "Tolong tidak usah memberikan laporan tapi apa yang saya sampaikan itu tolong diberikan tanggapan," kata Presiden. Biasanya dalam rapat terbatas penanganan Covid 19 setelah Presiden memberikan pengantar, para menteri menyampaikan laporan kerja yang telah dilakukan.

"Saya harapkan nanti yang disampaikan adalah bukan laporan, apa yang harus kita kerjakan, problem lapangannya apa dan pendek pendek," katanya. Dalam rapat tersebut Presiden menyinggung lonjakan kasus di dua wilayah yakni Jawa Barat dan DKI Jakarta. Misalnya pada Kamis pekan lalu, lonjakan kasus terjadi di Jawa Barat dengan adanya temuan 1262 kasus positif di Secapa AD.

Sementara itu pada Ahad kemarin lonjakan kasus terjadi di DKI Jakarta yakni 404 kasus dan rasio perbandingan antara jumlah pasien positif dengan jumlah spesimen yang diperiksa atau Positivity rate 10,5 persen atau melonjak 2 kali lipat. "Tolong ini menjadi perhatian" katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *