Mungkin kamu sulit percaya penyataan ini, namun kenyataannya memang banyak orang yang mengalami kenaikan berat badan setelah lebaran loh. Sebab, banyak dari kita yang sulit mengontrol asupan makanan ketika dihadapkan dengan sajian masakan lebaran yang beragam. Nah, jika kamu ingin menjaga berat badan tetap ideal atau bahkan ingin menurunkannya berikut ini ada tips sederhana.

Dilansir Grid.ID dari berbagai sumber, berikut ini tips menjaga berat badan tetap ideal pasca lebaran. Menurut dr. Michael Triangto, Sp.KO dari Sport Medicine Specialist dari Slim + Health Sports Therapy memberikan dua saran: Di hari Lebaran kita cenderung dihadapkan dengan sajian masakan yang berlebih.

Apalagi, di tahun tahun sebelumnya banyak dari kita yang juga berkunjung ke rumah rumah kerabat untuk bersilahturahmi, bukan? Tahun ini, meski waktu Lebaran hanya akan dihabiskan di rumah, kita mungkin akan tetap menyajikan masakan di rumah atau mendapatkan kiriman kiriman makanan. "Lebaran kan banyak makanan, apakah tidak boleh makan? Boleh. Yang tidak boleh adalah berlebihan," kata Michael kepada Kompas Lifestyle, belum lama ini.

Prinsip berhenti makan sebelum kenyang bisa kita terapkan. Batasi asupan makanan secukupnya dan hindari perilaku makan berlebih. Jika ada banyak makanan kiriman ke rumah, kamu bisa mengaturnya sesuai prioritas.

Simpan makanan yang cenderung lebih awet untuk dimakan hari hari berikutnya. Jika kamu sudah membiasakan olahraga ringan di bulan Ramadhan, atau bahkan memang sudah biasa berolahraga rutin, maka pertahankan kebiasaan baik tersebut. Di bulan Ramadhan kita cenderung mengurangi dan membatasi aktivitas fisik dan olahraga.

Usai Ramadhan, saatnya kita kembali meningkatkan rutinitas olahraga agar pembakaran lemak lebih maksimal. Lebih banyak lemak terbakar, artinya kemungkinan penurunan berat badan juga lebih besar. "Kita harapkan nanti sudah bisa berolahraga di luar sehingga tidak terbatas. Jalan bisa lebih lama, bisa lebih jauh, bisa jogging, bisa bersepeda, bisa berenang."

"Itu kita mulai dari sekarang, kalau sekarang sudah terbiasa berolahraga, maka pada saat tidak berolahraga rasanya badannya sakit," ungkap Michael. Dikutip dari Nova.grid, memperhatikan jenis makanan yang kita makan juga tidak kalah penting. Setelah puasa usai, dan memasuki hari Lebaran, orang cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dibandingkan makanan berserat.

Sebaiknya, seimbangkan jenis makanan yang dimakan. Jangan lupa untuk banyak makan sayur dan buah, karena serat yang terkandung di dalamnya dapat mencegah dari kenaikan berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan serat makanan dapat mengurangi asupan kalori total, yang mungkin merupakan metode yang tepat untuk mencegah kenaikan berat badan.

Kurang tidur dapat menyebabkan berat badan naik. Hal ini karena orang yang tidak tidur cukup cenderung lapar, mengonsumsi lebih banyak kalori dan kurang melakukan aktivitas. Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan kadar hormon kelaparan, yang pada akhirnya menyebabkan asupan kalori lebih tinggi.

Juga, kurang tidur telah dikaitkan dengan metabolisme yang lebih rendah. Hal ini diyakini karena perubahan ritme sirkadian, yang dikenal sebagai jam biologis yang mengatur banyak fungsi tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menjaga tidur yang berkualitas selama libur setelah puasa usai.

Orang yang sedang stres memiliki kadar kortisol tinggi, yaitu hormon yang dilepaskan sebagai respon terhadap stres. Kadar kortisol kronis dapat menyebabkan berat badan naik karena dikaitkan dengan asupan makanan yang lebih besar. Selain itu, gaya hidup yang penuh tekanan dapat menyebabkan hasrat lebih banyak untuk makan junk food.

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi stres, saat libur setelah puasa. Beberapa pilihan kegiatan yang bisa dilakukan meliputi olahraga, meditasi, yoga dan pernapasan dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *