Persija Jakarta terus mematangkan persiapan dengan rutin melaksanakan latihan sebelum berlaga di Liga 1 2020. Pada sesi latihan yang berlangsung pada Jumat (18/9/2020) sore, tim pelatih Persija fokus memberikan materi latihan organisasi permainan. Latihan tim Macan Kemayoran berlangsung di daerah Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Pelatih kepala Persija, Sudirman, menginstruksikan para pemainnya untukmembangun serangan dari lini pertahanan. Para pemain Persija Jakarta dituntut bisa membangun serangan dari bawah dengan sedikit sentuhan. Menurut Sudirman, seluruh pemainnya sangat antusias menjalankan setiap instruksi dan arahan yang diberikan tim pelatih di latihan. "Para pemain terus mengalami kemajuan yang baik. Saat ini tinggal mengasah yang perlu ditingkatkan," kata pelatih Persija, Sudirman, Jumat (18/9/2020).

Pelatih yang akrab disapa Jendral itu mengatakan para pemain Persija terus menunjukan perkembangam positif. Hal itu terlihat dari hasil pertandingan uji coba yang dilakukan Persija Jakarta dalam beberapa kesempatan. “Semua pemain telah menunjukkan kualitasnya selama ini, termasuk saat menjalani partai uji coba," tambahnya.

Lebih lanjut, Sudirman memastikan seluruh pemainnya sudah memahami dan mengerti taktik dan strategi yang diinginkannya di atas lapangan. Persija di bawah kendali Pelatih Sudirman memang memiliki karakter permainan dari kaki ke kaki. Selain itu, kekompakan tim juga diperkuat untuk menghadapi lanjutan kompetisi Liga 1.

"Mereka telah memahami apa yang tim pelatih butuh dan ini adalah hal yang positif,” tutur eks kapten Timnas Indonesia era 1990 an tersebut. Di sisi lain, pada saat pelaksanaan kompetisi Liga 1 dilanjutkan, Persija Jakarta telah memilih berkandang di Bantul. Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, dipilih untuk menjadi markas baru tim Macan Kemayoran di Liga 1 2020.

Stadion Sultan Agung bukanlah tempat baru bagi tim Macan Kemayoran di Liga Indonesia. Sebab, pada tahun 2018, Persija Jakarta pernah menjadikan stadion tersebut sebagai kandang utama. Hasilnya, selama tujuh pertandingan bermain di SSA, Ismed Sofyan dan kawan kawan berhasil meraih empat kemenangan, dua hasil seri, dan sekali menelan kekalahan. Selama bermain di SSA, tim kebanggaan The Jakmania berhasil mencatatkan 13 gol dari tujuh pertandingan.

Torehan tersebut lebih bagus dibandingkan ketika tim Macan Kemayoran bermain di markas utamanya yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat. Saat bermain di SUGBK, Persija Jakarta hanya menciptakan 10 gol dari delapan pertandingan yang telah dimainkan. Statistik tersebut menggambarkan tim Macan Kemayoran bisa lebih produktif dan bermain maksimal pada saat berkandang di SSA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *