Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno menyambut positif saran ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira untuk memotong gaji dan tunjangan direksi, komisaris BUMN sampai menteri. Menurutnya saran dari Indef patut ditindaklanjuti karena membicarakan mengenai solidaritas dan tenggang rasa yang harus diberikan kepada sesama anak bangsa. Apalagi saat ini banyak pihak yang memang membutuhkan pertolongan akibat terdampak pandemi Covid 19.

Politikus PAN tersebut menilai semua pihak pun tak akan keberatan menerima pemotongan gaji yang diusulkan oleh Indef itu. "Oleh karena itu, jika memang itu diperlukan, kita tunjukkan rasa saling berkorban kita secara ikhlas. Saya kira semua pun tidak ada yang keberatan untuk menerima pemotongan ini dalam rangka menyelamatkan anak bangsa yang saat ini sedang membutuhkan bantuan akibat Covid 19 dan akibat perekonomian yang terdampak Covid 19," tandasnya. Sebelumnya diberitakan, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, langkah pengorbanan dari pejabat negara ditunggu di masa pandemi corona atau Covid 19 saat ini.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyarankan, sebaiknya mereka rela potong gaji, mulai dari direksi dan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga menteri. Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilainya tidak perlu melakukan pemotongan gaji karena jumlahnya lebih besar jika bawahan Presiden yang melakukan itu. "Apalagi komisaris BUMN kan menerima tantiem yang tinggi, ini harus di pangkas untuk sumbang ke penanganan Covid 19," kata Bhima.

Bhima menambahkan, pemerintah bisa segera menerbitkan payung hukum terkait pemotongan gaji direksi dan komisaris BUMN ini jika telah ada kata sepakat. "Pemerintah bisa buat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang (Perpu) atau revisi Peraturan Pemerintah (PP)" pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *