Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Doni Monardo, menyampaikan permintaan khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni meminta gugus tugas untuk memberikan kewenangan pada 102 wilayah zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid 19. "Kemarin 29 Mei 2020, Presiden Jokowi meminta Gugus Tugas untuk memberikan kewenangan kepada 102 pemerintah kabupaten/kota yang saat ini berada dalam zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid 19 berdasarkan protokol kesehatan yang tepat, dengan kehati hatian,"kata Doni dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Sabtu (30/5/2020) sore.

"Serta tetap waspada terhadap ancaman Covid 19." Doni mengatakan, seterusnya, setiap daerah berkewajiban untuk memperhatikan ketentuan tracing yang masif dan agresif. Selain itu, setiap daerah juga harus melakukan isolasi yang ketat serta memberikan treatment yang dapat menyembuhkan pasien Covid 19.

Lebih lanjut, Doni menyampaikan, pihaknya memberi arahan pada para bupati dan wali kota agar mengambil keputusan melaluiForum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, bupati ataupun wali kota juga harus melibatkan segenap komponen masyarakat. Mulai dari pakar kedokteran, IDI, pakar epidemiologi, tokoh agama, budayawan, tokoh masyarakat, pakar di bidang ekonomi kerakyatan, tokoh pers di daerah, dunia usaha, dan tentunya DPRD.

Menurut Doni, kolaborasi tersebut harus dilakukan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas. "Dalam proses tersebut, para bupati/walikoa agar melakukan konsultasi dan koordinasi yang ketat dengan pemerintah provinsi khususnya kepada para gubernur," lanjutnya. Doni menambahkan, pengambilan keputusan tersebut juga harus melalui prakondisi yaitu edukasi, sosialisasi, dan juga simulasi sesuai sektor yang akan kembali dibuka.

"Proses pengambilan keputusan ini harus melalui prakondisi yaitu edukasi, sosialisasi pada masyarakat, dan juga simulasi sesuai sektor atau bidang yang akan dibuka." "Seperti pembukaan rumah ibadah, pasar atau pertokoan, transportasi umum, hotel, penginapan, restoran, perkantoran, dan bidang bidang lain yang dianggap penting namun aman dari ancaman Covid 19," terang Doni. Doni pun menegaskan tahapan sosialisi tersebut harus dapat dipahami, dimengerti, dan dipatuhi masyarakat.

Pemerintah kembali mengumumkan perkembangan penanganan Covid 19 di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan data kasus positif Covid 19 kini totalnya berjumlah25.773pasien. Jumlah tersebut meningkat557kasus perSabtu (30/5/2020) pukul 12.00 WIB.

Hal itu disampaikan Yuridalam konferensi pers yang ditayangkan langsung melalui YouTube BNPB,Sabtu sore. Sementara itu, dari total kasus positif tersebut, terdapat tambahan53 pasien positif corona yang meninggal dunia. Total kasus kematian akibat Covid 19 kini telah mencapai1.573 pasien.

Kabar baiknya, terdapat523 pasien dinyatakan sembuh. Sehingga,total pasien sembuh bertambah menjadi 7.015 orang. Sebelumnya, total kasus positif Covid 19 di Indonesia berjumlah25.216 per 29 Mei 2020.

Sementara itu, total terdapat6.492 pasien yang dinyatakan sembuh dan1.520 pasien meninggal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *