Menjelang penerapan new normal sejumlah hotel mempersiapkan diri untuk kembali beroperasi. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan bahwa pada saat hotel kembali beroperasi nanti terdapat sejumlah protokol yang diterapkan baik untuk tamu maupun pegawai hotel. "Jadi ini yang pertama kita atur dari protokol adalah dari karyawan kita sendiri dulu, kemudian barang tamu atau barang vendor, kemudian tamunya itu sendiri," ujar Maulana dalam diskusi MNC Trijaya, Sabtu, (6/6/2020).

Untuk tamu menurutnya ada pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu sebelum dapat menginap di hotel. Standar maksimum suhu tubuh adalah 37,3 derajat celcius sesuai protokol Kementerian Kesehatan. "Kemudian pengaturan jarak satu meter. Kemudian ada hand sanitizer, tempat cuci tangan, sebelum masuk, dan lainnya.

Sementara untuk pegawai hotel menurutnya tidak jauh berbeda dengan tamu dalam masalah protokol kesehatan. Hanya saja bedanya akan ada pencatatan rekam jejak kesehatan dan aktivitas para pegawai. Untuk barang barang baik itu milik hotel tamu atau vendor juga akan diterapkan protokol kesehatan. Misalnya kamar hotel akan dibersihkan terlebih dahulu dengan desinfektan sebelum digunakan.

"Termasuk di publik area itu, itu menjadi kewajiban. Seperti gagang pintu, eskalator, lift pasti ada protokol. Kuncinya adalah tidak ada yang berbeda di dalam operation di hotel , namun ada tambahan. Ini seperti kasus misalnya teror bom di bali dulu, sebelum nya kita tidak mengenal security cek di awal sebelum terbang. Sekarang harus mengalami itu baik bandara di hotel. Nah ini (di hotel) akan ada tambahan sedikit dalam kondisi new normal ini dalam bidang kesehatan," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *