Bek Brescia, Daniele Gastaldello mengatakan para pemain ketakutan jika Liga Italia kembali dilanjutkan. Liga Italia saat ini sedang dalam tahap akan kembali melanjutkan kompetisinya yang sudah ditangguhkan sejak Maret 2020 lalu. Bahkan 20 klub kontestan Liga Italia yang sering disebut Serie A ini sudah setuju untuk kembali melanjutkan kompetisi.

Namun ternyata keinginan untuk melanjutkan kompetisi tersebut mendapat kritik dari para pemainnya sendiri. Gastaldello mengungkapkan dirinya lebih memilih kompetisi dihentikan karena para pemain juga merasa tidak aman dengan kondisi yang masih belum menentu seperti ini. "Saya katakan tidak, saya percaya apa yang kita lihat di Lombardy tidak benar benar sampai ke tengah atau selatan negara ini, untungnya."

"Bahkan tidak ada kondisinya, kami tidak merasa aman. Mereka meminta kami untuk melanjutkan pelatihan dan kembali bermain segera, memusatkan 12 pertandingan dalam satu setengah bulan," jelasnya dilansir Football Italia. Ia pun mengatakan dilanjutkannya kompetisi bisa berdampak buruk pada kondisi para pemain. Selain itu, pemulihan yang tidak sempurna bisa merugikan dia dan rekan rekan setimnya.

Itu tidak adil, itu memengaruhi keselamatan semua pemain. Saya berbicara untuk diri saya sendiri dan untuk rekan tim saya. Jika harga pemulihan merugikan kita, itu tidak layak lagi," imbuhnya. Bahkan menurutnya, semua pemain ketakutan dan hanya bukan mereka, para pekerja lainnya pun bisa terkena dampaknya. "Kami takut. Kita terpapar, kita semua, tidak hanya para pemain sepak bola."

"Tetapi juga pekerja gudang, fisioterapis, tukang pijat. Kita semua berhubungan, mau tak mau," tegasnya. Pemain berusia 36 tahun ini menjelaskan para pemain sepak bola juga manusia. Kembalinya Liga yang dikabarkan akan terjadi dalam dua bulan mendatang dianggapnya tidak masuk akal.

"Kembali dalam dua bulan? Itu tidak masuk akal, itu melanggar sifat alami." "Kami adalah profesional tetapi juga manusia, kami memiliki istri, anak anak. Bahkan belum ada protokol," pungkasnya. Dari pihak klub Brescia pun sebenarnya meminta untuk tidak melanjutkan kompetisi bersama Torino.

Namun pada akhirnya keduanya bergabung dengan 18 klub Liga Italia lainnya untuk setuju melanjutkan kompetisi. Liga Italia sendiri sempat terancam dihentikan seperti beberapa kompetisi domestik di Eropa lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora.

Dengan aturan pemerintah yang membatasi kegiatan hingga 18 Mei 2020 dan masih bisa diperpanjang, terbuka kemungkinan Liga Italia akan dihentikan. "Negosiasi masih berjalan antara komite terkait dan FIGC, membahas protokol untuk keamanan secara medis dengan hasil (pertemuan) yang kurang baik," ujar Spadafora. "Bagaimanapun, saya melihat ketika latihan berlanjut, tidak berarti Liga Italia akan berjalan, saya melihat Serie A mungkin dihentikan."

"Pemain saat ini mungkin berlatih, tetapi jika saya presiden klub, saya akan berpikir untuk memulai musim depan secara aman." "Prancis tidak melanjutkan liganya, dan mungkin saja, itu akan terjadi di Italia,"kataSpadafora. Selain Liga Prancis, Liga Belanda dan Liga Belgia sudah memastikan kompetisi mereka dihentikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *