Melihat putra pertamanya, Betrand Peto diperlakukan kasar oleh orang lain, Presenter Ruben Onsu seketika murka. Kala itu, Betrand Peto sedang melakukan sosial eksperimen dengan menyamar jadi pemulung. Di tempat terpisah, Ruben Onsu memantau dari dalam mobil.

Sambil membawa karung dan tongkat besi untuk mengais sampah, Betrand Peto berjalan menyusuri jalan jalan perkampungan. Betrand yang akrab disapa Onyo tengah berpura pura mencari plastik bekas di tumpukan sampah. Sesekali ia memasukan beberapa gelas plastik ke dalam karung yang dibawanya.

Ia kemudian kembali berjalan mencari sampah, tiba disebuah tempat sampah Betrand kemudian mengorek ngorek tempat sampah itu. Saat Onyo sedang mencari sampah, tiba tiba ada dua laki laki menghampirinya. Namun satu di antaranya berperawakan jangkung, dan satunya yang mengenakan topi tingginya hampir sama dengan Betrand.

Dua laki laki itu lalu menegur apa yang sedang dilakukan Betrand Peto. "Ngapain lo di sini?" tanya seorang orang yang berperawakan tinggi. "Cari rongsokan bang," jawab Betrand Peto.

Dua remaja itu rupanya tidak terima dengan kehadiran Betrand. Mereka menganggap, kedatangan Betrand Peto telah mengambil alih penghasilannya yang juga sebagai pemulung. "Ini lapak gua!" ujar laki laki yang mengenakan topi.

Melihat itu Ruben Onsu yang mengawasi di dalam mobil menduga, orang orang tersebut merupakan pemulung yang biasa beroperasi di daerah tersebut. "Ini ada (orang) yang mungkin biasa mulung di daerah situ, dan dia ngerasa Onyo kayak mengambil lapaknya," ujar suami Sarwendah itu. Betrand peto tampak masih 'diintrogasi' oleh dua laki laki yang mendatanginya tadi.

"Lo anak baru ya, jangan suka rebut hak orang dong!" "Pergi sana ini lapak gua," usir orang tersebut. Namun Betrand membantah, ia menganggap siapa saja berhak mengambil barang yang sudah ada di tempat sampah.

"Ini kan tempat sampah bang, bebas dong," kata Betrand Peto. "Ini udah hak gua, jadi lu pergi sana," ujar laki laki bertopi. "Gak bisa gitu dong bang, kan ini tempat sampah," ujar Betrand mendebat.

Kesal dengan sikap Betrand yang keras kepala, mereka akhirnya mengusir Betrand dengan cara kasar. Mereka mendorong tubuh Betrand hingga ia kehilangan keseimbangan. Beruntung Betrand Peto tidak sampai terjatuh.

"Enggak bisa, sana pergi!" ujar laki laki bertopi sambil dorong Betrand Peto secara kasar. Melihat kejadian tersebut, Ruben Onsu langsung syok. Ia tak menyangka anaknya akan mendapatkan kekerasan fisik, hanya karena berebut lapak memulung.

"Hah! Serius sampe main fisik!" "Gila, parah!" kata Ruben Onsu. Suami Sarwendah itu bahkan sampai emosi, lantaran khawatir terjadi apa apa kepada Betrand Peto.

Ia sampai berniat turun dari mobil apabila terjadi hal yang tak diinginkan terhadap anaknya. "Kalau sampe tadi anak gue jatoh kenapa napa, gua sih langsung turun ini," ujar Ruben Onsu. "Gabisa," pungkas Ruben tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *