Saudara kembar Arielle dan Arianna Williams membagikan kabar gembiranya di tengah pandemi virus corona. Arielle dan Arianna dinyatakan diterima di 37 universitas dengan jurusan keperawatan. Tak hanya itu, mereka juga mendapat berbagai beasiswa yang jika ditotal sekitar 1 juta dolar AS atau Rp 14 miliar.

Keduanya mengaku ingin menjadi perawat lantaran sang ayah menderita pneumonia serta stroke di tengah wabah corona ini. Arielle dan Arianna berasal dari Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Mereka baru saja lulus SMA di Dr Joward Fuller Collegiate Academy.

Mereka menjadi lulusan terbaik di sekolah yang terletak di Milwaukee itu. Kini, dengan adanya beasiswa yang mereka terima, keduanya diperkirakan tak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun untuk kuliah. Dari 37 perguruan tinggi yang menerimanya, si kembar memilih Marquette University yang tak jauh dari kediaman mereka.

Yang mengejutkan lagi, mereka berdua adalah generasi keluarga pertama yang bisa melanjutkan ke jenjang kuliah. Kepada Good Morning America , si kembar menceritakan awal mula terobsesi dalam dunia keperawatan. Mulai dari kondisi sang ayah hingga situasi pandemi seperti sekarang.

"Dengan pandemi yang masih berlangsung, saya tahu bahwa pekerjaan perawat sangat dibutuhkan," ungkap Arianna. Arianna mengaku ingin menjadi bagian dari garda terdepan pandemi ini. "Mereka (perawat) berada di garda terdepan menyelamatkan hidup orang orang. Saya ingin menjadi bagian itu," tegasnya.

Selama duduk di bangku SMA, si kembar sudah mulai aktif di kegiatan sukarela di bidang medis. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama Black Student Union dan National Honor Society. Sejak SMA pun mereka juga berusaha untuk tidak membebani orangtua dengan mengambil kerja paruh waktu di Walmart.

Kepala Sekolah Dr. Fuller Collegiate Academy, Judith Parker, merasa kagum dengan si kembar yang bisa menjadi teladan pelajar lainnya. "Sebagai siswa di Dr. Fuller Collegiate Academy, Arianna dan Arielle Williams telah memberikan contoh yang luar biasa sebagai alumni dan warga negara selama empat tahun," ungkap Parker. Parker juga sangat bangga dengan kedua anak didiknya yang pantang menyerah itu.

"Kami sangat bangga dengan perkembangan mereka, cara mereka menentukan pilihan, dan kemampuan mereka untuk bertahan dengan sukacita di tengah rintangan," ucap Parker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *