Pusarla V Shindu senang atas kompetisi tunggal putri yang kini kian kompetitif, karena dahulu lebih banyak didominasi pebulu tangkisChina. Para pemain wanitaChinayang mendominasi dari sektor tunggal biasanya Wang Yihan, Li Xuerui, Wang Shixian. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, Caroline Marin dari Spanyol, Tai Tzu ying dari Taiwan, dan Ratchanok Intanon dari Thailand telah berhasil mematahkan dominasi tersebut.

Hingga sekarang, adaPV SindhudariIndia, dan ada duo Jepang, Akane Yamaguhi dan Nozomi Okuhara yang keduanya meningkatkan persaingan ke depan. Seperti pada tahun sebelumnya, kini juga ada bintang baru dari Korea Selatan, An Se young, menamah daftar pemain top 10 besar dunia yang dengan jajaran bintang asal China Chen Yufei, He Bingjiao dan dari Kanada, Michelle Li. “Bahkan sebelum Olimpiade 2016, pertandingan para wanita sangat kompetitif, dengan jajaran pemain top Tiongkok, kata Sindhu saat wawancara dengan TV World Is One News India.

“Tetapi sejak Olimpiade 2016, kini tingkat persaingan makin meningkat.” “Saya pikir itu penting untuk pertumbuhan bulutangkis wanita.” “Sangat menyenangkan bahwa salah satu dari 10 pemain top bisa saling mengalahkan, dan semuanya mampu memenangkan turnamen besar,” sambungnya.

Perhatian Sindhu juga datang dari hari ke hari tempo permainan bulu tangkis wanita mengalami perkembangan yang pesat dan sudah berada di level yang berbeda. “Kecepatan permainan juga telah berubah, telah menjadi lebih cepat dan lebih intens. Tingkat kompetisi sangat tinggi dan semoga akan berlanjut untuk waktu yang lama,” ungkap Sindhu. Untuk lawan tersulit, Sindhu memilih Tzu Ying yang menurutnya paling sulit ditembus saat berhadapan dengannya.

“Saya pikir setiap pemain menyajikan tantangan yang berbeda. Tapi ya, Tzu ying dapat menghasilkan momen ajaib itu kapan saja selama pertandingan. Dia adalah pemain yang sangat terampil,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *