Satryo Prawindra, seorang mahasiswa di Bandung, Jawa Barat harus duduk di kursi pesakitan karena urusan parkir. Ia menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Bandung karena diduga melakukan tindak pidana pengrusakan sebagaimana diatur di Pasal 406 KUH Pidana. Sidang perkara kasus ini sempat digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada Selasa (11/8/2020).

Jaksa penuntut umum pada kasus itu, Melur Kimaharandika menerangkan, peristiwa pengrusakan itu terjadi pada 9 Februari 2019. Saat itu, terdakwa sedang berada di sebuah cafe di Jalan Sawunggaling, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Saat itu, terdakwa memarkir kendaraannya.

Namun saat hendak meninggalkan cafe itu, mobilnya tidak bisa keluar karena terhalang mobil korban, Susilawati. "Ini perkara pengrusakan‎. Berdasarkan surat dakwaan, pelapor parkir mobilnya menghalangi mobil terdakwa saat mau keluar. Sempat dicari cari tapi tidak ketemu," ujar jaksa, di Jalan LLRE Martadinata, Rabu (12/8/2020). Rupanya, mahasiswa itu kesal kemudian melakukan tindak pidana pengrusakan.

"Karena kesal, saudara terdakwa saat kejadian menabrakkan mobilnya ke mobil korban. Terdakwa tidak ditahan karena ancamannya kurang dari 5 tahun," ucapnya. Kuasa hukum Susilawati, Bintang Yalasena mengatakan, kliennya hingga saat ini tidak terima dengan perlakuan korban dengan menabrakan mobilnya ke mobil korban. "Klien saya sama sama parkir di sana. Saat itu, ada rekan korban yang mengambil mukena di mobil korban. Saat itu, pelaku dan teman temannya malah memaki rekan korban. Saksi rekan korban meminta maaf dan memindahkan mobil kkorba," ucap Bintang via ponselnya.

Setelah dipindahkan, bukannya mereda. Malah, hal tak diinginkan terjadi. "Setelah mobil korban terparkir, kurang lebih 5 menit, terdengar suara benturan keras dari mobil klien saya yang sedang parkir. Kemudian klien saya melihat sumber suara‎. Ternyata, pelaku terlihat sengaja menabrak mobil klien saya berkali kali disaksikan security dan pengunjung cafe," ucapnya.

Petugas keamanan sempat meminta pelaku menghentikan perbuatannya namun tidak diindahkan. "Pelaku terus menabrakan mobilnya kemudian melarikan diri. Didakwaan jaksa disebutkan korban tidak minta maaf, padahal faktanya korban sempat meminta maaf," ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *