Satuan Tugas Penanganan Covid 19 mengingatkan sejumlah pimpinan daerah yang status wilayahnya meningkat dari zona Kuning atau berisiko rendah penularan virus corona menjadi zona Oranye atau berisiko sedang. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito meminta pemimpin daerah atau Satgas Covid 19 di daerah tersebut melakukan pengendalian lebih ekstra. "Mohon agar menjadi perhatian dari pimpinan daerah, Satgas daerah serta seluruh masyarakat dari 49 kabupaten atau kota untuk menurunkan risikonya lagi menjadi risiko rendah, sehingga secara kolektif Indonesia kondisinya lebih baik," kata Wiku di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (18/8/2020).

Adapun terdapat 49 daerah yang risiko penularan Covid 19 meningkat dari rendah menjadi sedang. Ke 49 daerah tersebut diantaranya: Pidi, Kota Langsa, Kota Subulussalam, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Ogan Komering Ulu, Bangka, Bintan, dan Karimun di Pulau Sumatera. Selain itu di Pulau Jawa yakni Kota Cilegon, Kota Serang, Subang, Purwakarta, Karawang, Sragen, Temanggung, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Kota Salatiga, Bantul, Gunungkidul, Pacitan, Magetan, dan Sumenep.

Daerah di pulau lainnya adalah Sumbawa Barat , Ketapang, Lamandau, Katingan, Kota Bontang, Malinau, Kota Tarakan, Bolaang Mongondow, Kepulauan Talaud, Minahasa Tenggara, Jeneponto, Toraja Utara, Muna, Konawe Utara, Buton Tengah, Mamasa, Teluk Wondama, Kepulauan Yapen, Keerom, Pegunungan Bintang dan terkahir Tolikara. Meskipun banyak daerah yang status resiko penularan Covid 19 meningkat, terdapat 18 daerah yang statusnya menurun dari zona merah menjadi Oranye. Ke 18 daerah tersebut yakni Kota Banda Aceh, Muara Enim, Kota Palembang, Jakarta Timur, Blitar Bondowoso Kota Mojokerto, Barito Selatan, Kota Banjar Baru, Tanah Laut, Sinjai, Kota Kendari, Kota Bau bau, Gorontalo Utara, Kota Tual, dan Kota Tidore Kepulauan.

"Jadi ini adalah prestasi yang bisa menurunkan dari resiko tinggi ke resiko sedang. Dan mohon untuk tetap dipertahankan dan menjadi lebih baik menjadi kuning atau rendah," katanya. Penularan virus corona dapat dilakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular sebagai berikut: 1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas tubuh meningkat.

2. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau menggunakan alkohol 70 80% handrub, sesuai langkah langkah mencuci tangan yang benar. 3. Ketika batuk dan bersin, upayakan menjaga agar lingkungan sekitar tidak tertular. 4. Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau dengan lipatan siku tangan bagian dalam, dan gunakan masker.

5. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum. 6. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, karena tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. 7. Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika sakit atau saat berada di tempat umum.

8. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cuci tangan. 9. Menunda perjalanan ke daerah atau negara yang terjangkit virus corona. 10. Hindari bepergian ke luar rumah saat merasa kurang sehat, terutama jika merasa demam, batuk, dan sulit bernapas.

11. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. 12. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat. 13. Selalu pantau perkembangan penyakit COVID 19 dari sumber resmi dan akurat.

1. Sebelum menyentuh masker, cuci tanganmenggunakan sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol minimal 60 persen. 2. Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang. 3. Pastikan arah masker sudah benar (pita logam terletak di sisi atas).

4. Pastikan sisi depan masker (sisi yang berwarna) menghadap depan. 5. Letakkan masker di wajah. Tekan pita logam atau sisi masker yang kaku sampai menempel sempurna ke hidung. 6. Tarik sisi bawah masker sampai menutupi mulut dan dagu.

7. Setelah digunakan, lepas masker, lepas tali elastis dari daun telinga sambil tetap menjauhkan masker dari wajah dan pakaian, untuk menghindari permukaan masker yang mungkin terkontaminasi. 8. Segera buang masker di tempat sampah tertutup setelah digunakan. 9. Bersihkan tangan setelah menyentuh atau membuang masker, dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau cairan pembersih berbahan alkohol minimal 60 persen.

10. Masker sebaiknya hanya digunakan tenaga kesehatan, orang yang merawat orang sakit, dan orang orang yang memiliki gejala gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *