Pemain Paris Saint Germain Kylian Mbappe menerima teckle keras dari pemain Saint Etiene dalam final Piala Prancis pada Sabtu (25/7/2020). Kejadian tersebut terjadi di babak pertama, tepatnya pada menit ke 30. Tekel keras yang dilakukan kapten tim Saint Etiene, Loic Perrin membuat Mbappe mengerang kesakitan.

Dalam cuplikan video yang tersebar, tampak bagaimana tekel dua kaki yang dilakukan Loic Perrin terhadap Mbappe yang membuat diriya diganjar kartu merah. Laga pun sempat ricuh setelah insiden ini. Para pemain PSG terpancing emosi dan mencoba mengintimidasi lantaran wasit yang memimpin pertandingan Amaury Delerue hanya memberikan kartu kuning.

Namun, setelah meninjau kembali melalui tayangan VAR, Amaury pun melayangkan kartu merah kepada Perrin. Amaury juga memberikan kartu merah kepada Verrati yang duduk di bangku cadangan lantaran melakukan protes berlebihan. Terlepas dari itu, Kylian Mbappe tak bisa melanjutkan pertandingan hingga harus mendapat perawatan medis.

Diperkirakan dia mengalami cedera pada pergelangan kakinya setelah mendapat tekel dari Loic Perrin. Cederanya Mbappe tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi tim Paris Saint Germain yang harus bertemu Atalanta di babak delapan besar Liga Champions musim ini. Belum diketahui seberapa parah dan lama Mbappe bisa memulihkan cederanya tersebut.

Pertandingan antara Paris Saint Germain kontra Atalanta sendiri rencananya akan dihelat pada 12 Agutus mendatang. Hal itu membuat Mbappe harus berkejaran dengan waktu untuk menyembuhkan cederanya dalam kurun waktu tidak kurang dari 3 minggu saja. Mengetahui soal insiden Mbappe di final Piala Prancis, pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini turut sedih dan berharap pemain berusia 21 tahun terus segera pulih.

"Maaf saya tidak tahu, Mbappe adalah pria yang hebat, saya harap ini (cedera) tidak serius," kata Gasperini setelah mendapat kabar Mbappe cedera, dikuti dari Football Italia. "Kami tidak ingin menang karena kemalangan orang. "Faktanya, jika kami menang melawan para pemain seperti ini, hasilmu bahkan lebih berarti," lanjutya.

Di sisi lainasumsi penikmat ajang kompetisi elite Benua Biru menyebut Atalanta vs PSG serupa dengan si semut melawan sang gajah. Mengingat Ataanta memiliki skuat yang terbilang 'ampas' jika dibandingkan dengan deretan pemain bintang yang dimiliki oleh Les Parisiens (julukan PSG). Namun stigma skuat mahal dan pemain bintang yang diimiliki oleh PSG tak akan mengubah gaya bermain maupun skema yang akan diterapkan oleh La Dea (Atalanta) nantinya.

Hal itu pernah diungkapkan langsung oleh Allenatore Atalanta, Gian Piero Gaseprini. Pelatih asal Italia itu menyebutkan bahwa anak asuhnya tak akan mengubah apapun ketika bersua dengan Neymar dkk. Termasuk kebiasaannya untuk urusan mencetak banyak gol.

Tak bisa dipungkiri kembali, bahwa La Dea menjadi klub paling subur di Liga Italia dengan mengemas 96 gol. Bahkan La Dea menjadi kesebelasan kedua di lima kompetisi top Eropa untuk masalah mebobol jala tim lawan. Duvan Zapata cs menjadi tim kedua setelah Bayern Munchen yang menggelontorkan 100 gol di Bundesliga Jerman.

Tim besutan Gian Piero Gasperini bahkan unggul lebih baik ketimbang Manchester City yang mampu mengemas 91 gol di Liga Inggris Premier League. Indikasi untuk mencetak banyak gol saat bersua dengan PSG diutarakan oleh Gasperini. "Ketika kami akan berhadapan dengan klub sekaliber PSG, maka Anda dapat memerika terlebih dahulu kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki," tutur Gasperini, dikutip dari

"Namun yang menjadi catatan, tim ini tidak bisa mengubah gaya main ataupun skema yang akan digunakan." Disinggung mengenai mentalitas, Gasperini menyebut rentetan hasil positif yang dihasilkan oleh anak asuny dapat dijadikan sebagai modal utama. "Kami sedang bersiap untuk meghadapi PSG. kami juga bersiap untuk setiap pertandingan di Liga Italia Serie A."

"Saya pikir pada pertandingan 12 Agustus nanti, mentalitas kami yang mampu memenangkan pertandingan akan kami bawa untuk menghadapi mereka (PSG)," tukas pelatih Atalanta mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *