Uzbekistan kembali membuka negaranya untuk dikunjungi turis asing.. Bahkan, Uzbekistan menawarkan kompensasi khusus untuk para wisatawan. "Kami ingin meyakinkan para wisatawan bahwa mereka dapat datang ke Uzbekistan," kata Sophie Ibbotson, duta besar pariwisata Uzbekistan untuk Inggris.

Pemerintah Uzbekistan sangat yakin bahwa langkah langkah keselamatan dan kebersihan baru yang diterapkan di seluruh sektor pariwisata akan melindungi wisatawan dari COVID 19 "Jika kamu mendapatkan COVID 19 pada hari libur di Uzbekistan, kami akan memberikan kompensasi kepadamu," jelasnya. Jaminan nasional melindungi wisatawan yang mengunjungi Uzbekistan dalam tur grup yang menggunakan operator tur lokal.

Kompensasi tersebut setara dengan biaya perawatan medis yang diterima warga Uzbekistan. Uzbekistan telah meluncurkan skema sertifikasi sukarela untuk akomodasi dan bisnis wisata lainnya untuk memenuhi pedoman higienis baru. Namun perusahaan yang tidak memenuhi standar dan ditemukan menjadi sumber infeksi akan diharuskan membayar biaya perawatan medis pelanggan .

Turis dari Cina, Israel, Jepang, dan Korea Selatan akan diizinkan masuk tanpa karantina. Tetapi turis dari Eropa dan Inggris harus melakukan selama 14 hari. Keputusan lockdown pada pertengahan Maret lalu membuat Uzbekistan menjadi satu negara dengan tingkat kematian akibat Covid 19 terendah.

Kematian akibat Covid 19 terbilang rendah untuk negara dengan penduduk 33 juta jiwa. Uzbekistan sebelum pandemi Covid 19 menjadi satu destinasi menarik untuk turis karena menawarkan bebas visa untuk 80 negara.. Ketika negara negara di seluruh dunia mulai membuka kembali perbatasan mereka kepada pengunjung internasional, mereka memaksakan berbagai persyaratan untuk masuk.

Berbeda dengan kebijakan Uzbekistan, Kamboja mengumumkan mengambil jalur yang berlawanan, mengharuskan pengunjung membayar deposit 3.000 dolar Amerika atau Rp 43 juta saat kedatangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *