Kisah Ihza, remaja asal Karawang, Jawa Barat menguras haru dan tangis Baim Wong. Menderita penyakit yang cukup langka, Ihza menyampaikan ia ingin sekali bertemu Baim Wong sebelum meninggal dunia. Bahkan, setiap hari Ihza rela menunggu kedatangan Baim Wong di depan rumahnya sampai waktu dini hari tak memikirkan tidur dan makan.

Tak hanya itu, ada kata kata yang ingin diungkapkan Ihza kepada Baim Wong secara langsung terkait alasannya yang ingin bertemu suami Paula Vehoeven. Kata kata dan alasan itu pun diakui Ihzan tak ingin diwakili oleh tim Bapau Family. Mendengar hal tersebut, tanpa banyak pertimbangan, suami Paula Verhoeven pun bela belain datang ke Karawang.

"Sekarang kita mau ke Karawang. Jadi ada anak yang bernama Ihza ingin ketemu. Mendengar hal tersebut, Baim Wong mengaku kaget. Sehingga Baim Wong menyempatkan diri untuk ketemu dengan Ihza.

"Di situ saya kaget. Pas ditanya sama tim saya, mau bilang apa? bilang aja nanti kita sampai in. Kata dia gak mau bilang, bilangnya pas ketemu aja," ujar Baim Wong. Sebelum Baim Wong sampai di rumah Ihza, tim Bapau Family sudah lebih dulu tiba. Begitu tiba di rumahnya, ibunda Ihza mengaku sang anak terus menangis ingin ketemu Baim Wong.

"Dia nangis bae, pengen ketemu Baim Wong. Dia sering lihat di HP," ungkap ibunda Ihza. Ternyata, Ihza ini berusia 20 tahun "Lahirnya tahun 2000, ya berarti 20 tahun," ujar ibunda Ihza.

Melihat kondisi Ihza, tim Bapau Family pun penasran soal asal usul Ihza bisa mengidap penyakit langka ini. "Emang ini sakitnya udah lama bu?" tanya tim Bapau Family. "Kalau merahnya dari lahir, cuman kalau sakitnya sih dari 2014. Dia ngerasain sakit terus terusan seperti itu," jawab sang ibunda.

Akibat sakit tersebut, Ihza pun sempat keluar sekolah SD karena tak tahan dibully. "Waktu dia umur sekolah kelas 2 SD, dia berhenti karena dibully temen," ujar ibunda lagi. Tak ingin melihat Ihza tersiksa, sang ibunda pun mengajak anaknya untuk berobat ke berbagai rumah sakit.

Akan tetapi, ternyata dari pihak Rumah Sakit, merujuk agar Ihza dirawat ke Singpaura. "Dari RS Hermina disuruh ke Singapura, Soalnya ini mata sama telinga kirinya udah gak berfungsi. Boro boro ke Singapura," ungkap sang ibunda. Setelah mengetahui penyakitnya Ihza, tim Bapau Family pun bertanya alasan Ihza ingin ketemu Baim Wong.

"Kenapa seneng sama Baim Wong?" tanya tim bapau Family. "Senengnya karena baik," jawab sang ibunda mewakili jawaban Ihza. Akan tetapi, Ihza malah mengaku takut kebiru tidak ada umur, sehingga ia pun ingin segera ketemu langsung dengan Baim Wopng.

Ucapan Ihza ini membuat tim Bapau Family kaget sekaligus sedih. "Sebelum meninggal, pengen ketemu mas Baim. Pengen sih panjang umur tapi takut gak ada umur," tutur Ihza pelan dan terbata bata. "Lho kok ngomongnya udah meninggal aja, emang yakin mau meninggal?" imbuh tim Bapau Family ingatkan agar Ihza tak putus asa.

"Pengen lihat aja saya mah, gak pengen apa apa, gak minta dikasih," imbu Ihza sambil menahan tangisnya. Diakui sang ibunda, hampir setiap hari, Ihza ini selalu menunggu Baim Wong lewat di depan rumahnya. Bahkan Ihza pun sering menunggu Baim Wong di depan rumah sampai jam 12 malam.

"Sering nungguin di depan. Berdiri di dekat jalan, lihat lihat. Sampai jam 12 malam. Saya bilang ayo masuk, dia gak mau, kali aja ada mas Baim," bongkar ibunda. "Masih nungguin itu sampe jam 12 malam?" tanya tim Bpaau Family. "Iya," jawab ibunda.

Ketika Baim Wong datang, Ihza tak kuasa menahan tangisannya. Ibunda Ihza pun ikut berderai air mata. Remaja berusia 20 tahun ini pun langsung sujud syukur.

Setelah itu, sang ibunda membongkar Ihza yang rela menunggu kedatangan Baim Wong sampai jam 12 malam. "Tiap hari selalu nunggu mas Baim datang, Sampai jam 12 malam nungguin mas Baim lewat," ungkap ibunda "Ya Allah jangan lagi ya," ujar Baim Wong mencoba menahan tangisnya melihat Ihza dan ibunda menangis histeris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *